This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 23 Maret 2014

Budaya makan sirih dan pinang



Budaya Makan Sirih dan Pinang.


Bangsa yang besar seperti Indonesia ini tentu akan kaya dengan berbagai budaya daerah. Karena dengan banyaknya suku yang ada. Daerah yang satu dengan daerah yang lain punya istiadat yang berbeda pula tentang makanan, pakaian, atau  apa saja  yang mereka punya di daerah itu, yang dapat memperkaya kasanah budaya bangsa ini. Contohnya Kebiasaan makan sirih dan pinang (Areca catechu L) sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat
Indonesia. Tepatnya sekitar abad ke-6 masehi. Kebiasaan tersebut sudah dikenal oleh masyarakat di Kalimantan sejak lama, tepatnya pada abad ke-9 sampai ke-10 Masehi. Hal tersebut kemudiaan menyebar keseluruh pulau Kalimantan tertuama di Kalimantan Tengah. Masyarakat Kalteng pada umumnya juga sangat menggemari makan sirrih pinang. Orang tua sampai ke anak-anak menggemarinya. Namun kebanyakkan adalah orang tua paruh baya sampai kepada kakek-nenek sangat menyukai makanan yang satu ini.Bagi sebagian tempat sirih juga digunakan sebagai suatu bahan untuk mengundang orang diacara perkawinan anaknya.orang yang diundang itu di suguhi sirih,pinang,gambir,kapur.jika orang tersebut mau mengunyah maka dia mengambil sirih tersebut lau menguyahnya.setelah selesai barulah orang yang mengundang tadi menyampaikan maksud kedatangannya.tetapi orang yang di undang tadi tidak wajib untuk mengunyah sirih,dia bisa menolak jika dia tidak mau mengunyah sirih dan langsung saja menanyakan maksud kedatangan orang tersebut kerumahnya.
Description: http://1.bp.blogspot.com/-VzzvtVQpE4A/TZJ7gHxhFKI/AAAAAAAAADw/qHjpbi7I7nY/s200/sirihpinang.jpg
Biasanya untuk nenek-kakek, mungkin tidak kuat lagi untuk mengunyah sirih pinang maka hal tersebut dapat dilakukani dengan cara ditumbuk terlebih dahulu menggunakan semacam lesung kecil dan penumbuk sampai kira-kira semua bahannya sudah hancur baru dikelurkan lalu dimakan. Warna bibir seseorang yang makan sirih pinang berwarna merah ini karena percampuran antara daun sirih, pinang, kapur, gambir dan sedikit tembakau. Residunya berupa ludah yang berwarna merah dan sisa-sisa serat dari buah pinang. Sirih adalah tanaman tropis yang tumbuh di Madagaskar, Timur Afrika, dan Hindia Barat. Jenis sirih yang terdapat di Semenanjung Malaysia ada empat jenis, yaitu sirih Melayu, sirih Cina, sirih Keling, dan sirih Udang. Sementara pinang berasal dari tanah Malaya (Malaysia).

Untuk pecandu berat sirih pinang biasanya cara untuk mengatasinya dengan cara membawa perlengkapan dalam suatu tempat yang dapat terbuat dari anyaman rotan, kaleng, tas pinggang, dan lain-lain. Semua perlengkapan dimasukkan kedalam wadah tersebut berupa daun sirih, pinang yang sebagian sudah di belah, kapur, daun atau getah gambir, tembakau. Hal tersebut yang menjadi kebiasaan yang berkembang di masyarakat Kalimantan, baik daerah kota sampai ke daerah pedalaman, masyarakat biasa sampai para pejabat pemerintahan, tua muda mengemarinya.


Apakah makan sirih dan pinang memiliki efek negatif? Sebenarnya makan sirih dan pinang sama halnya dengan kebiasaan minum kopi, teh atau mengisap rokok. Pada mulanya setiap orang yang menginang (makan sirih dan pinang) tidak lain untuk penyedap mulut. Kebiasaan ini kemudian berlanjut menjadi kesenangan dan terasa nikmat sehingga sulit untuk dilepaskan. Kebiasaan menginang di samping untuk kenikmatan juga berfungsi sebagai obat untuk merawat gigi, terutama agar gigi tidak rusak atau berlubang. Budaya mengonsumsi sirih ternyata dapat mengakibatkan panyakit periodontal jika ditinjau dari sisi kedokteran gigi. Penyebab terbentuknya penyakit periodontal adalah kalkulus atau karang gigi akibat stagnasi saliva pengunyah sirih karena adanya kapur Ca(OH)2.Gabungan kapur dengan pinang mengakibatkan respon primer terhadap formasi oksigen reaktif dan mungkin mengakibatkan kerusakan oksidatif pada DNA di bukal mukosa penyirih. Kepercayaan bahwa mengunyah sirih dapat menghindari penyakit mulut seperti mengobati gigi yang sakit dan nafas yang tak sedap kemungkinan telah mendarah daging diantara para penggunanya. Padahal efek negatif menyirih dapat mengakibatkan penyakit periodontal atau gusi dengan adanya lesi-lesi pada mukosa mulut seperti sub mucous fibrosis, oral premalignant dan bahkan dapat mengakibatkan kanker mulut.Kapur yang digunakan dalam mengonsumsi sirih pinang sebenarnya mengandung manfaat untuk kesehatan periodontal karena mengandung zat-zat kitin yang bermanfaat untuk kesehatan periodontal. Hal yang menjadi masalah di sini adalah produk kitin yang digunakan dalam meminang dapat merusak periodontal secara mekanis yaitu dalam bentuk serbuk/bubuk kapur.

Fungsi menginang yang lain yaitu menyangkut tata pergaulan dan tata nilai kemasyarakatan. Hal ini tercermin dari kebiasaan menginang, hidangan penghormatan untuk tamu, sarana penghantar bicara, sebagai mahar perkawinan, alat pengikat dalam pertunangan sebelum nikah, untuk menguji ilmu seseorang, dan sebagai pengobatan tradisional. Bahkan menginang juga digunakan sebagai upacara dan sesaji yang menyangkut adat istiadat serta kepercayaan dan religi masyarakat.

Tamu biasanya disuguhi sirih pinang dulu dalam bertamu. Hal tersebut merupakaan suatu kehormatan dan tamu wajib untuk mencobanya. Barulah kopi, teh atau makanan lain yang disuguhkan setelah makan sirih pinang. Kebiasaan-kebiasaan memamah sirih pinang selain dalam kehidupan sehari-hari dapat kita temui juga dalam hal-hal berikut:




1.Hidangan Penghormatan

Hal ini tergambar dalam kebiasaan-kebiasaan menginang bersama, hidangan penghormatan untuk tamu, hidangan atau sarana pengantar bicara dan lain-lain. Kebiasaan ini terjadi dalam masyarakat dahulu hingga sampai saat ini pada masyarakat kota dan pedalaman tidak meninggalkan budaya ini dalam kehidupan mereka.


2.Acara-acara Adat

Dalam upacara-upacara adat juga sirih pinang tidak bisa ditinggalkan dalam kehidupan masyarakatnya. Misalnya dalam upacara tiwah, deder kandayu, karungut, balian, nyangiang, mapas lewu, upacara pisek, pakaja panganten, dan waktu-waktu lainnya. Kebiasaan tersebut tidak bisa ditinggalkan dalam kehidupan masyarakat. Ini digunakan untuk mempererat tali persaudaraan masyarakatnya. Bahkan sirih pinang juga selalu ada pada setiap sesaji yang diberikan bagi arwah-arwah nenek moyang dalam sebagian acara seperti diatas.

3.Acara Pertunangan/Perkawinan

Sebelum perkawinan ada upacara yang dikenal dengan pertukaran cincin (pertunangan). Menyiapkan perlengkapan sirih dan pinang dan perlengkapan lainnya merupakan suatu kewajiban dan harus ada bagi para tamu dan undangan yang hadir. Ini merupakan waktu-waktu yang special untuk makan ssirih dan pinang secara bersama-sama. Begitu juga pada saat perkawinan tiba hal tersebut merupakan makanan wajib yang harus ada disiapkan untuk para tamu. Seandainya tidak ada maka ada perasaan yang kurang puas dalam hati dari yang punya acara/kegiatan.

Jelaslah bahwa budaya menginang pada masyarakat Kalimantan sudah menjadi budaya yang tidak mengenal umur, ras, pangkat, golongan. Hal tersebut menjadi kebiasaan yang mengakar kuat dalam masyarakat sehingga dapat mempererat tali persaudaraan dalam keseharian kehidupan masyarakatnya. Kebiasaan ini harus tetap dijaga dan dilestaarikan asalkan tidak merugikan orang lain…..


source: http://senibudaya12.blogspot.com/2012/05/sirih-dan-pinang-nginang.html
Diposkan oleh dhikaadhitya a.f di 21.29

http://avinaninasia.wordpress.com/2011/09/14/sirih-pinang-budaya-yang-mengancam-kesehatan/





Kamis, 23 Januari 2014

Maraknya Narkoba di Kalangan Pelajar

Banyaknya kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya yang menimpa siswa sekolah dasar, sekolah lanjutan tingkat pertama, dan sekolah menengah umum di DKI Jakarta membuat para orangtua murid resah. Dalam kaitan itu, mereka berharap agar ada komunikasi yang lebih baik antara guru dan murid khususnya soal perilaku anak. Para orangtua juga meminta aparat kepolisian menangkap para bandar dan pengedar sehingga narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) tidak merusak masyarakat.
Sejumlah orangtua murid yang ditemui di sejumlah sekolah dasar (SD) di Jakarta mengaku resah karena berita mengenai penyalahgunaan narkoba tidak pernah berhenti.Kekhawatiran orangtua murid itu wajar jika melihat data jumlah pemakai narkoba yang terus meningkat terutama di Jakarta. Menurut Ketua Therapeutic Communities Indonesia (TCI) Inten Soeweno, dari empat juta korban narkoba di Indonesia, setengahnya ada di Jakarta.
Pernyataan itu diperkuat oleh Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Carlo Brix Tewu. Ia mengatakan, penyalahgunaan narkoba oleh pelajar atau anak usia sekolah memang tinggi. "Berdasarkan pemantauan kami, kasus bukan cenderung tinggi, tetapi sudah tinggi. Sudah tingginya itu sejak tahun 2001," kata Carlo.
Data mulai Januari hingga April 2003 menunjukkan, jumlah kasus yang ditangani Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya mencapai 143 kasus, Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Pusat 105 kasus, Polres Jakarta Utara 90 kasus, dan Polres Jakarta Barat 55 kasus. Di Polres Jakarta Selatan tercatat 122 kasus, Polres Jakarta Timur 32 kasus, Polres Bekasi 84 kasus, Polres Depok lima kasus, Polres Tangerang nihil, dan Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Tanjung Priok 30 kasus.
Menurut Carlo, 60-70 persen tersangka penyalah guna narkoba yang ditangkap jajaran Polda Metro Jaya berusia antara 16 sampai 21 tahun. Dari persentase itu, setengahnya adalah pelajar yang masih aktif bersekolah. "Sebagian besar adalah pemakai atau pencandu yang tertangkap saat memakai atau membawa narkoba, bukan pengedar atau bandar," paparnya.
Menurut data yang diperoleh Kompas, sejumlah pengguna narkoba adalah murid-murid SD. Dalam lima bulan terakhir, antara Januari sampai Mei 2003, di Jakarta Utara sudah ditangkap 30 pelajar SD yang menggunakan obat-obatan berbahaya itu (Kompas, 13/5).
Beberapa pelajar yang ditemui mengatakan, pengetahuan mengenai narkoba mereka dapatkan sejak SD dari berbagai penyuluhan, baik oleh polisi maupun guru. Dari informasi tersebut, anak-anak kemudian menghindarinya karena hal itu sangat berbahaya. Namun, banyak pula yang justru penasaran dan ingin mencoba.
Sejumlah orangtua mengaku akan lebih ketat memantau perkembangan anak-anaknya, khususnya yang mulai beranjak remaja. "Untuk mengisi waktu luang setelah sekolah dan bermain, kami undang guru privat bahasa Inggris. Di sore hari, kami juga mengundang guru mengaji. Saya sendiri sering menelepon guru dan berkonsultasi," kata Sulis, orangtua murid.


FAKTOR PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NARKOBA 
FAKTOR INDIVIDU 
• Aspek kepribadian
• Kecemasan dan depresi
• Aspek pengetahuan, sikap dan kepercayaan
• Keterampilan berkomunikasi
• Faktor emosional dan mental.

FAKTOR SOSIAL BUDAYA 
• Kondisi keluarga/orang tua
• Pengaruh teman sebaya

FAKTOR LINGKUNGAN DI SEKOLAH 
• Tempat berkumpulnya anak-anak sekolah
• Tidak ada kebijakan di sekolah tentang narkoba
• Tidak ada tata tertib sekolah tentang narkoba

FAKTOR LAIN LINGKUNGAN


  • Pengaruh iklan atau promosi
  • Pengaruh dari orang di lingkungan rumah yang sering berbuat negative

AKIBAT PENYALAHGUNAAN NARKOBA 
• Penyakit AIDS
• Paru-paru
• Jantung
• Hepatitis
• Over dosis
• Kriminalitas
• Kekerasan/kejahatan
• Putus sekolah
• Gangguan Jiwa

TANDA-TANDA PENCANDU NARKOBA 
Tanda-tanda Fisik 
• Mata memerah
• Kulit pucat-kepucatan
• Kelopak mata seperti berat/mengantuk

Tanda-tanda dan Sikap 
• Murung, cemas, depresi
• Emosional, perasa, gampang tersinggung
• Mudah tersinggung oleh kritikan ringan
• Mudah marah tanpa sebab
• Tidak perduli dengan perasaan orang lain
• Pelupa, menurunnya daya ingat
• Bermusuhan
• Tanggapan lambat

BAGAIMANA MENOLAK NARKOBA
 
• Pelajari dahulu apakah rencana temanmu itu baik atau buruk
• Apabila tidak benar, cepat katakan tidak!
• Mengusulkan kegiatan lain
• Bila usulanmu tidak diterima, Pergi!!!

APA YANG DAPAT DILAKUKAN PIHAK SEKOLAH/MADRASAH 

• Menilai besar dan luasnya masalah
• Menetapkan dan melaksanakan kebijakan penanggulangan
• Melaksanakan kurikulum pendidikan pencegahan
• Program bantuan/pendukung untuk anak-anak dari TK sampai siswa
• Pendidikan dan pelatihan para guru tentang pencegahan narkoba
• Partisipasi orang tua
• Pendidikan terpadu antara sekolah dan masyarakat.

PENCEGAHAN 

• PREVENTIF: ceramah, sosialisasi penanggulangan, pameran, seminar dll.
• PRIMER: konseling, sosialisasi peraturan perundangan dan bahaya penyalahgunaan narkoba, memberikan pelatihan, penyebaran infomasi anti narkoba, meningkatkan kewaspadaan dan kontrol terhadap lingkungan sekolah
• SEKUNDER: Bekerjasama dengan pihak keluarga, tenaga pendidik, peserta didik, kegiatan pendidikan sebaya (peer education), keterampilan sosial (social skill), komite sekolah.

STRATEGI PENCEGAHAN NARKOBA DI SEKOLAH 

  • Secara terpadu dalam pelajaran
  • Secara terpadu dalam menejemen sekolah
  • Secara terpadu melalui kegiatan kesiswaan

BAGAIMANA AGAR TIDAK TERJERUMUS KE NARKOBA 

  • Dapatkan dahulu informasi/keterangan yang benar tentang bahaya narkoba dari ahlinya/yang mengetahui, seperti koran, majalah, seminar – seminar, dll
  • Persiapan diri/mental menolak untuk ditawari
  • Belajar berkata menolak/tidak untuk narkoba
  • Memiliki cita-cita dalam hidup dan masa depan
  • Lakukan kegiatan positif, buat pekerjaan yang berguna untuk orang tua dan lingkungan.



APA YANG DAPAT DILAKUKAN ORANGTUA AGAR ANAK TERBEBAS DARI NARKOBA 

  • Ikut terlibat dalam kegiatan anak-anaknya
  • Belajar untuk berkomunikasi
  • Memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari yang baik
  • Buat aturan keluarga yang jelas dan tegas
  • Kembangkan tradisi keluarga dan nilai-nilai agama
  • Orang tua berperan sebagai pembimbing dan pendidik

10 KUNCI MENJADIKAN ANAK SUKSES 
1. Menanamkan nilai-nilai agama/spiritual sedini mungkin, untuk menguatkan hati nurani
2. Mengembangkan potensi anak seoptimal mungkin
3. Mengembangkan harga diri
4. Mengajarkan kemampuan untuk bersosialisasi yang efektif
5. Mengajarkan anak untuk menunjukkan rasa kasih sayang dan kembangkan sikap sehat terhadap seksualitas
6. Hidup dalam lingkungan tetangga yang baik
7. Menerapkan standar pekerjaan dan perilaku realitas didukung oleh disiplin yang tepat
8. Ajarkan anak agar mampu dan terampil termasuk keteramhttp://anakbangsa-ku.blogspot.com/2013/02/remaja-narkoba-dan-cara-mencegahnya.htmlpilan mengatasi masalah
9. Tegakkan kemandirian
10. Mengontrol anak waktu menonton TV.

 
http://anakbangsa-ku.blogspot.com/2013/02/remaja-narkoba-dan-cara-mencegahnya.html

Pernikahan Anak di Bawah Umur

Masa anak-anak adalah masa yang produktif. Mereka biasa bermain dan belajar. Rasa penasaran mereka sangat besar dan membuat mereka sangat berapi-apai untuk mencoba hal-hal baru. Selain itu, karena jiwa mereka yang cenderung labil, membuat mereka sangat mudah terpengaruh dan mudah percaya akan hal-hal yang menurut mereka benar.
Mungkin dari segi umur, kasus-kasus seperti ini paling banyak terjadi pada usia anak-anak remaja. Atau dalam kisaran usia belasan tahun. Ketika anak-anak ini masih berusia di bawah 18 tahun, berarti ia mamang belum saatnya untuk bisa menikmati pernikahan.Meski di setiap Negara mungkin kisaran umur yang dimaksud bisa berbeda-beda. Tergantung kebijakan dari pemerintahan yang mengatur mengenai kehidupan warga negaranya. Seperti yang dicatatkan oleh youngaluts.about.com, bahwa di beberapa memberikan batasan umur dewasa seperti 19 tahun di Nebraska dan 21 tahun di Puerto Rico.
Kasus-kasus hubungan seks dibawah umur ini ternyata juga banyak terjadi di Negara lain di luar Indonesia. Meskipun, hanya terpaut satu tahun saja dari umur dewasa, tidak aka ada ampun bagi pelaku pemerkosaan. Misalkan kasus yang terjadi di Georgia.Pelaku akan dimasukkan ke dalam tahanan jika melakukan hubungan seksual dengan anak di bawah umur. Karena hal seperti ini masih masuk dalam kasus pemerkosaan.
Contoh kakus pernikahan anak di bawah umur di Bali.
Orangtua J, siswi Sekolah Dasar di Bali, mengaku, tidak ada ada unsur pemaksaan menikahkan anaknya yang hamil tujuh bulan dengan seorang bapak dua anak.
Kedua orangtua J, Wayan Kecig dan Nengah Nyodri, mengaku, lega setelah J (13) siswi kelas VI SD asal Jehem, Tembuku, Bangli, yang dinikahi dan dimadu oleh WC (40) bapak dua anak asal dusun setempat.
Pasalnya, pasangan suami istri itu, mengharapkan pertanggungjawaban pelaku terhadap janin yang dikandung anaknya.Mereka juga membantah ada unsur pemaksaan terhadap perkawinan anak ke lima dari enam bersaudara tersebut. Keduanya menikah atas dasar suka sama suka, dan diawali pacaran selama setahun tanpa sepengetahuan orangtua J. Namun, kini mereka telah menyetujui perkawinan anaknya tersebut.“Awalnya memang karena sama-sama suka, tidak ada unsur paksaan. Saya sudah setuju dari dulu, karena pernikahan keduanya memang dilandasi suka sama suka,” tegas Wayan Kecig, Rabu (30/1/2013).Sementara ibu korban pernikahan dini, Nengah Nyodri, mengaku, tidak mengetahui jika pernikahan anak di bawah umur melanggar uandang-undang.“Saya tidak mengerti itu (undang-undang), yang pasti anak saya sudah menyatakan suka sama suka dan tidak ada unsur pemaksaan,” kata Nengah Nyodri.

Sementara itu, pihak Kepolisian masih kebingunan dan serba salah menangani kasus pernikahan di bawah umur tersebut, karena disahkan secara adat. Selain itu, polisi juga masih menunggu laporan pihak yang keberatan atas kasus ini.“Kami akan lakukan gelar perkara dulu, tapi kasihan juga korbannya kan sudah hamil,” tutur Kasat Reskrim Polres Bangli, AKP Gusti Sudarma Putra.
Sebelumnya kasus tersebut mencuat setelah ada surat pembaca yang disampaikan salah seorang warga tentang adanya pernikahan anak di bawah umur. 
http://www.vemale.com/topik/parenting-dan-bayi/36025-pernikahan-anak-di-bawah-umur.html

Korupsi di Kalangan Politisi

KORUPSI terjadi hampir di setiap kalangan masyarakat, tak terkecuali di kalangan politisi.
Melihat fenomena beberapa tahun terakhir memang sangat memprihatinkan. Banyak politisi yang harus duduk di meja hijau dan dijeblosan ke penjara karena terlibat kasus korupsi. Bukan hanya politisi di tingkat pusat, politisi di tingkat daerah pun banyak yang terjerat korupsi. Lahan basah yang menjadi objek korupsi para politisi adalah APBD dan APBN. Bahkan ada yang nyambi menjadi calo anggaran.

Kasus-kasus korupsi seperti kasus suap Sesmenpora, suap di Kemenakertrans, kasus surat Palsu MK yang melibatkan politisi dan birokrat sedrta aparat penegak hukum. Saat ini pun muncul tuntutan agar Badan Anggaran (banggar) DPR dibubarkan karena disinyalir hanya menjadi ajang korupsi dan calo anggaran.
Survei Kemitraan tahun 2010 memperlihatkan bahwa lembaga legislatif menempati urutan nomor satu sebagai lembaga terkorup dibandingkan lembaga yudikatif dan eksekutif. Hasil survei tersebut menyebutkan korupsi legislatif sebesar 78%, eksekutif 32% dan Yudikatif 70%. Hasil survei tersebut dapat menjadi indikator bahwa kepercayaan publik terhadap lembaga politik atau politisi sudah sangat rendah. Dampaknya, mungkin saja pada saat pemilu atau pemilukada, masyarakat sudah apatis dan memilih menjadi golput karena merasa dikhianati oleh para politisi yang mereka pilih.

Para politisi tersebut dipilih dan diberi amanah oleh masyarakat dengan harapan mampu memberikan perubahan dan mewujudkan kesejahteraan, tetapi kenyataannya berbanding terbalik. Para politisi tersebut justru menjadikan lembaga legislatif dan eksekutif sebagai sarana untuk korupsi dan memperkaya diri sementara rakyat yang memilihnya dilupakan, tetap miskin. Jika kita perhatikan, usia politisi yang terlibat kasus korupsi cenderung semakin muda. Misalnya kasus korupsi yang menimpa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin yang berusia sekitar 30 tahunan yang juga turut menyeret beberapa nama anggota DPR yang berasal dari partai Demokrat yang usianya pun masih muda

Maraknya korupsi yang dilakukan oleh politisi seolah-olah mengidentikkan dunia politik dengan korupsi. Stigma yang muncul adalah bahwa setiap politisi pasti (pernah) korupsi. Para pemimpin saat ini memang banyak yang dihujat oleh rakyatnya karena terjerat korupsi. Saat ini sulit sekali mencari pemimpin yang dicintai oleh rakyatnya. Walaupun demikian, diantara banyaknya politisi yang korup, penulis melihat masih ada politisi yang bersih dan bisa menjadi panutan. Joko Widodo, Walikota Solo, Jawa Tengah adalah salah satu politisi yang menurut penulis perlu mendapatkan credit point. Beliau begitu dicintai rakyatnya karena dinilai sebagai sosok pemimpin yang bersih, merakyat, berpihak kepada kepentingan rakyat, mampu melindungi pasar tradisional sebagai urat nadi perekonomian rakyat dari serbuan pasar modern dengan melarang berdirinya mall di kota Solo. Meskipun tidak sepaham dengan Bibit waluyo, Gubernur Jawa Tengah dalam konsep pengembangan ekonomi, tetapi Joko Widodo punya prinsip dan mendapat dukungan masyarakat Solo.


Penulis melihat bahwa korupsi yang terjadi di kalangan politisi disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, karena rendahnya moralitas dan integritas sehingga menyebabkan mereka tergiur untuk korupsi. Ketika pertama kali masuk ke dunia politik, seorang politisi mungkin masih memiliki idealisme, tetapi seiring dengan berjalannya waktu dan sistem yang kotor, maka idealismenya tersebut lambat laun terus menurun bahkan hilang.

Kedua, mahalnya biaya politik. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa ketika seseorang mencalonkan diri menjadi caleg atau Kepala Daerah, biaya yang dibutuhkan sangat besar. Dana tersebut disamping berasal dari dirinya sendiri, juga berasal dari "sumbangan" pengusaha sehingga ketika dia terpilih.
Ketiga, gagalnya kaderisasi dan pendidikan politik di partai politik. Realita menunjukan bahwa ketika seseorang ingin menjadi ketua parpol, maka dia harus memiliki "gizi" yang banyak, sehingga politik uang, politik transaksional pun terjadi ketika pemilihan ketua parpol. Orang yang tidak berdarah-darah meniti karir politik dari bawah mendadak bisa menjadi elit partai karena memiliki uang.

Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat yang sudah rendah tersebut, partai politik secara institusi dan politisi secara individu harus introspeksi diri, memperbaiki diri, membersihkan dirinya dari para kader yang korup. Integritas dan kejujuran merupakan hal yang mutlak harus dimiliki oleh kader-kader parpol. Jika tidak, maka keberadaan parpol semakin tidak dipercaya dan semakin tidak dibutuhkan oleh masyarakat.
                                                                                                                         
Menekan penyebaran virus korupsi, tidak bisa hanya mengandalkan KPK. Polri dan kejaksaan harus berperan lebih aktif, apalagi Kapolri baru Komjen Sutarman akan membentuk Detasemen Khusus (Densus) Antikorupsi yang akan bersinergi dengan KPK dan kejaksaan. Kehadirannya tidak boleh mendegradasi peran KPK yang sudah terbukti keampuhannya, apalagi melemahkan dengan menganggapnya sebagai saingan. Masyarakat sudah merasakan peran KPK dalam pemberantasan korupsi. 

Selain pimpinan, penyidik, penuntut, dan pegawainya masih “relatif bersih” dibandingkan lembaga penegak hukum lainnya, gebrakannya pun mendapat acungan jempol masyarakat.

Selain keterbatasan sumber daya penyidik, juga begitu bertumpuknya laporan kasus korupsi di KPK. Menurut Ketua KPK Abraham Samad, setiap hari KPK menerima laporan kasus korupsi antara 30–40 kasus. Belum termasuk upaya perlawanan dari para koruptor untuk melumpuhkan KPK. KPK juga sering tertatih-tatih mengungkap unsur “perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang untuk memperkaya, menguntungkan diri sendiri atau orang lain yang merugikan keuangan negara”. 


Tetapi untuk kasus Bank Century dan Hambalang yang terkait dengan puncak kekuasaan, KPK begitu lambat dan berbelitbelit. Maka itu, prestasi KPK menangkap tiga pelaku kekuasaan trias politica harus dijadikan motivasi untuk tetap gigih terhadap siapa pun.

MARAKNYA PEREDARAN FILM PORNO DI KALANNGAN PELAJAR

Sekarang ini telah banyak beredar video-video porno situs-situs porno dan gambar -gambar porno dikalangan penerus bangsa, baik anak-anak maupun remaja dan mahasiswa video dan gambar porno bagi mereka adalah hal biasa tentunya keadaan ini sangat memprihatinkan karena hal-hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas penerus bangsa yang nantinya akibat dampak video situs dan gambar tersebut dapat menyengsarakan bangsa maupun remaja yang melihat video, gambar dan situs porno terus meningkat tiap tahunnya bahkan anak-anak tingkat sd saja ada yang pernah melihat bahkan sudah mempraktekkannya berapa banyak sudah remaja yang hamil di luar nikah, namun, sebenarnya pentingkah hal-hal seperti video situs dan gambar porno tersebut dalam kehidupan ataukah hanya akan menyesatkan kita tidak tau pasti apa yang akan terjadi  apabila hal itu terus berlanjut dan tidak ada yang ingin bertindak untuk menguranginya bahkan untuk menghilangkannya hal ini merupakan suatu masalah bagi negara kita Indonesia atau malah merupakan masalah dunia yang memang harus di tindak lanjuti.
Dalam rentang waktu kurang dari satu dasawarsa terakhir, kenakalan remaja semakin menunjukkan trend yang amat memprihatinkan kenakalan remaja yang diberitakan dalam berbagai forum dan media dianggap semakin membahayakan berbagai macam kenakalan remaja yang ditunjukkan akhir-akhir ini seperti perkelahian secara perorangan atau kelompok, tawuran pelajar, mabuk-mabukan, pemerasan, pencurian, perampokan, penganiayaan, penyalahgunaan narkoba, dan seks bebas pranikah kasusnya semakin menjamur di antara berbagai macam kenakalan remaja, seks bebas selalu menjadi bahasan menarik dalam berbagai tulisan selain kasus narkoba dan tawuran pelajar dan sepertinya seks bebas telah menjadi trend tersendiribahkan seks bebas di luar nikah yang dilakukan oleh remaja pelajar dan mahasiswabisa dikatakan bukanlah suatu kenakalan lagi, melainkan sesuatu yang wajar dan telah menjadi kebiasaan.
Menurut ketua KPAI ada 3 faktor yang menyebabkan indonesia menjadi negara pengakses film porno:
1. Pengaruh teknologi informasi yang kuat. Kurangnya filter akan keterbukaan informasi merupakan hal fatal. 
             2.Pergaulan bebas yang kian marak. Permasalahan ini, katanya, terkait dengan kurang atau tidak adanya pengawasan terhadap anak jika sedang berkumpul dengan teman-temannya.  

             3.Lemahnya pengawasan dari lembaga keluarga dan lembaga pendidikan. Tidak utuhnya kedua lembaga tersebut dalam memberikan informasi tentang tubuh dan seks menjadikan anak kurang mengerti apa arti hal-hal tersebut.  
                                                                                            
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/10/31/pengaruh-filem-porno-terhadap-pergaualan-bebas-mahasiswa--605587.html

Pergaulan Remaja Masa Kini

Remaja adalah generasi penerus yang akan membangun bangsa kearah yang lebih baik yang mempunyai pemikiran jauh ke depan dan kegiatannya yang dapat menguntungkan diri sendiri,keluarga,dan lingkungan sekitar.,orang tua,dan masyarakat sekitar.
Pemahaman remaja yang belum begitu mengerti terhadap penyimpangan dalam pergaulan bebas yang berbahaya terutama sex bebas. Membuat para remaja tidak berfikir secara logika tentang apa yang tidak seharusnya mereka lakukan. Selain itu, banyak hal yang negatif dapat terjadi jika remaja melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan sebelum remaja tersebut menikah. Namun, anggapan remaja sekarang yang sudah mengatakan bahwa pergaulan bebas (sex bebas) itu sudah biasa dan merupakan tren menurut mereka.Ditingkat pergaulan dalam kondisi hari ini, anak-anak bisa saja berbohong. Oleh sebab itu, pengawasan orang tua harus diperketat. Tentu saja contoh perilaku orang tua sangat berperan.
Ditengah berita siswa-siswi berprestasi dalam ajang penelitian, olimpiade sains, seni dan olahraga, anak muda Indonesia saat ini terancam dalam masa chaos. Jutaan remaja kita menjadi korban perusahaan nikotin-rokok. Lebih dari 2 juta remaja Indonesia ketagihan Narkoba (BNN 2004) dan lebih 8000 remaja terdiagnosis pengidap AIDS (Depkes 2008). Disamping itu, moral anak-anak dalam hubungan seksual telah memasuki tahap yang mengawatirkan. Lebih dari 60% remaja SMP dan SMA Indonesia, sudah tidak perawan lagi. Perilaku hidup bebas telah meruntuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat kita.
Berdasarkan hasil survei Komnas Perlindungan Anak bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di 12 provinsi pada 2007 diperoleh pengakuan remaja bahwa :
- Sebanyak 93,7% anak SMP dan SMU pernah melakukan ciuman, petting, dan oral seks.
- Sebanyak 62,7% anak SMP mengaku sudah tidak perawan.
- Sebanyak 21,2% remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi.
- Dari 2 juta wanita Indonesia yang pernah melakukan aborsi, 1 juta adalah remaja perempuan.
- Sebanyak 97% pelajar SMP dan SMA mengaku suka menonton film porno.


Akibat Yang Ditimbulkan Remaja Masa Kini :
-  Melakukan hubungan seks secara bebas merupakan akibat pertama dari pergaulan bebas yang merupakan lingkaran setan yang tidak ada putusnya dengan berbagai akibat di berbagai bidang antara lain di bidang sosial, agama dan kesehatan sebagai berikut :
–  Dalam seks bebas terkumpul bermacam-macam dosa dan keburukan yakni berkurangnya iman si penzina, hilangnya sikap menjaga diri dari dosa, buruk kepribadian dan hilangnya rasa cemburu.
–  Seks bebas menghilangkan rasa malu, padahal dalam agama malu merupakan suatu hal yang amat ditekankan dan dianggap perhiasan yang sangat indah khususnya bagi wanita.
–  Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap.
–  Membuat hati menjadi gelap dan mematikan sinarnya.
–  Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya.
–  Akan menghilangkan kehormatan pelakunya dan jatuh martabatnya baik di hadapan Tuhan maupun sesama manusia.
–  Tuhan akan mencampakkan sifat liar di hati penzina, sehingga pandangan matanya liar dan tidak terjaga.
–  Pelaku seks bebas akan dipandang oleh manusia dengan pandangan muak dan tidak percaya.
–  Zina mengeluarkan bau busuk yang mampu dicium oleh orang-orang yang memiliki ‘qalbun salim’ (hati yang bersih) melalui mulut atau badannya.
http://nusantaranews.wordpress.com/2008/12/13/keprihatinan-gaya-hidup-bebas-remaja/

Aksi Kriminalitas Geng Motor

Akhir-akhir ini aksi kriminal para Geng Motor sudah sangat menghawatirkan. Di sela-sela kehidupan nya geng motor selalu melakukan aksi kriminalitas dan itu telah membuat warga resah bila bepergian di jalan raya. Para kelompok geng motor yang rata-rata didominasi anak muda yang masih berstatus pelajar SMA atau SMK, yang semestinya mendapat perlakuan serta didikan yang baik, malah berbuat penyimpangan prilaku buruk. Perhatian dari orang tua dan sekolah pun seolah tiada artinya, oleh karena itu, anak-anak yang masih labil akan emosinya ini perlu diawasi lebih dalam pergaulannya ketika berada diluar lingkungan rumah serta luar lingkungan sekolah.
Sebagai contoh aksi geng motor yang telah terjadi sekitaran bulan lalu, tepatnya di wilayah tasikmalaya, aksi ini telah menyebabkan 1 orang tewas, diperkirakan korban adalah orang tua, yang entah ada motif apa, tiba-tiba saja korban ini dibacok oleh segerombolan para geng motor. Dengan kejadian ini, bukan hanya sekali saja terjadi, melainkan terdahu-dahulu nya sering dengan kejadian serupa di wilayah tasikmalaya, dan pada saat itu, masyarakat atau warga telah dibuat resah, para wargapun dihimbau untuk lebih hati-hati lagi ketika beraktifitas di jalanan, dan pada saat itu warga merencanakan untuk menangkap para geng motor yang beraktifitas di malam hari, ketika itu warga mengetahui keberadaan geng motor yang akan lewat di jalan utama tasikmalaya, pada saat segerombolan kelompok geng motor lewat, warga pun mulai beraksi untuk menjegad, diperkirakan segerombolan kelompok geng motor berjumlah 10 motor yang lewat, beruntungnya warga berhasil menangkap sgerombolan kelompok geng motor tersebut dan kemudian digiring secara ramai-ramai ke kantor polisi yang ada di wilayah tasikmalaya. Dan cerita terbaru yang diduga aksi geng motor kembali terjadi di kota Ciamis, lebih tepatnya di daerah Kawali, pada hari sabtu, 12 Oktober 2013. Dalam kronologis nya pada kejadian itu, terdapat 3 anak SMP yang sedang nongkrong di depan SD di kawali, tepat pada pukul 23.00, menurut pengakuan 3 anak SMP yang telah menjadi korban, pelaku memakai 2 kendaraan bermotor Vixion dan Beat. Pelaku melemparkan bom molotov tepat di depan korban yang sedang nongkrong.kejadian tersebut telah membuat 3 anak korban mengalami luka bakar yang cukup parah, beruntung ketiga korban tersebut masih terselamatkan karena cepat-cepat dibawa ke rumah sakit di ciamis dan diduga menurut keluhan-keluhan yang diderita korban merasa pusing-pusing itu dikarenakan timbul dari racun yang terdapat dari zat-zat kimia yang ada dalam bom molotov tersebut. Kini kasus tersebut sedang ditangani kapolres Ciamis. Menurut penuturan informasi dari pak Kapolres Oo, kejadian dimalam itu kami masih menyelidiki lebih detail, apakah bisa dikatakan pelaku adalah geng motor apa ada motif lain, soalnya pelaku hanya berjumlah 2 motor. Dan yang lebih sulit kami selidiki, pelaku kayanya telah profesional dan telah merencanakan kejadian tersebut. Dikarenakan, pada saat aksinya pelaku tidak memakai plak nomber dan diperkirakan pula pelaku langsung melarikan diri ke luar kota, kota Cirebon. Dengan adanya kasus ini sangat kembali meresahkan warga ciamis dan sekitarnya. Polisi pun akan menindak lanjuti dengan serius terjadi nya kasus ini, dan akan melakukan razia malam apabila ada sekelompok para geng motor yang sedang beraktifitas di malam hari.
Solusi jangka panjang yang harus di lakukan untuk mengatasi geng motor ini adalah seluruh komponen struktur sosial yang terdiri dari institusi keluarga, pendidikan (sekolah) dan kepolisian. Semuanya harus dibenahi. Tiga institusi ini harus duduk bersama mengupayakan integrasi sosial dalam mencegah perilaku menyimpang anak remaja. Ada baiknya apabila institusi keluarga dalam hal ini peran orang tua harus lebih meningkatkan fungsi kontrol, proteksi serta “peningkatan kasih sayang yang lebih terhadap anak-anak mereka”. Institusi pendidikan (sekolah) harus meningkatkan penanaman nilai-nilai moralitasterhadap anak didik pelajar, budi pekerti serta pelajaran Agama harus ditambah waktu jam belajarnya. Selain itu juga kepolisian seharusnya lebih memahami betul terhadap perubahan sosial dalam masyarakat, terutama pada remaja yang kini cendrungberprilaku menyimpang. Antisipasi seperti ini akan mempermudah langkah polisi untuk mengurangi tindakan kriminal terhadap aksi brutal geng motor .
a