This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 01 Oktober 2015

Tugas bahasa indonesia



1.Peranan dan Fungsi Bahasa

A.Pengertian Bahasa

Apa itu bahasa? Basaha merupakan suatu bentuk alat komunikasi manusia yang berupa lambang bunyi melalui alat ucap, dimana setiap suara yang dikeluarkannya memiliki arti.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bahasa dinyatakan sebagai sistem bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri.

B.Aspek Yang Ada Dalam Bahasa
Ada beberapa aspek dalam bahasa yaitu aspek fisik dan aspek sosial
Aspek Fisik Bahasa :
Aspek fisik bahasa pada dasarnya mencakup tiga aspek.
 1.Bagaimana bunyi itu dihasilkan (aspek produksi).
2. Bagaimana ciri – ciri bunyi bahasa yang diujarkan (aspek akustis).
3.Bagaimana bunyi bahasa itu dipahami melalui indra pendengaran (aspek persepsi bunyi bahasa).
Aspek Sosial Bahasa :
Bahasa mempunyai variasi dan memiliki ragam. Di dalam lingkungan masyarakat, ada bahasa yang digunakan dan memperlihatkan ciri keakraban atau keintiman. Bahasa yang ditandai bentuk dan pilihan kata akrab seperti gue, loe, bete. Berikut termasuk ke dalam ragam intim. Ragam berikutnya dikenal sebagai ragam konsultatif, yang merupakan ragam bahasa yang digunakan pada saat guru mengajar di kelas. Cirinya berbeda dengan ragam formal atau resmi. Ragam lain adalah bahasa yang ditandai ujaran – ujaran baku dan beku sebagaimana yang terdengar dalam acara ritual dan seremonial.

C.Fungsi Bahasa
Bahasa selain berfungsi sebagai alat komunikasi manusia, sarana penyampaian informasi, mengutarakan pikiran, perasaan maupun gagasan, bahasa juga memiliki beberapa fungsi lainnya seperti :
Untuk tujuan praktis : mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari.
Untuk tujuan artistik : manusia mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah-indahnya guna pemuasan rasa estetis manusia.
Sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, di luar pengetahuan kebahasaan.
Untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia, selama kebudayaan dan adat-istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri (tujuan filologis).
Sebagai alat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, karena tanpa adanya bahasa, maka pengembangan IPTEK pun tidak dapat tumbuh dan berkembang.

2.Ragam dan Laras Bahasa

A.Pengertian Ragam dan Laras Bahasa
Pengertian Ragam Bahasa
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990). Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi. 

Pengertian Laras Bahasa
laras bahasa adalah kesesuaian antara bahasa dan pemakaianya.dalam hal ini kita mengenal iklan, laras ilmiah,laras populer,laras featue,laras komik,laras sastra, yang masih dapat di bagi atas laras cerpen, laras puisi,laras novel, dan sebagainya.

B.Hal Hal Yang Berhubungan Dengan Ragam Dan Laras   Bahasa

1. Hal yang berhubungan dengan penutur/ragam dapat dibedakan seperti berikut.
a. Latar belakang daerah penutur. Ragam bahasa Indonesia yang
dipengaruhi oleh latar belakang daerah penuturnya menimbulkan
ragam daerah atau dialek. Dialek adalah cara berbahasa Indonesia
yang diwarnai oleh karakter bahasa daerah yang masih melekat
pada penuturnya.

b. Latar belakang pendidikan penutur. Berdasarkan latar belakang
pendidikan penutur, timbul ragam yang berlafal baku dan yang
tidak berlafal baku khususnya dalam pengucapan kosakata yang
berasal dari unsur serapan asing. Kaum berpendidikan umumnya
melafalkan sesuai dengan lafal baku. Namun, untuk yang kurang
atau tidak berpendidikan, pelafalan diucapkan tidak tepat atau
tidak baku.

c. Situasi pemakaian, sikap, dan hubungan sosial penutur.
Berdasarkan hal ini, timbul ragam formal, semiformal, dan
nonformal. Ragam formal digunakan pada situasi resmi atau
formal, seperti di kantor, dalam rapat, seminar, atau acara-acara
kenegaraan. Ragam formal menggunakan kosakata baku dan
kalimatnya terstruktur lengkap. Ragam formal juga dipakai jika
penutur berbicara pada orang yang disegani atau dihormati,
misalnya pimpinan perusahaan.
Ragam semiformal dan nonformal biasa dipakai pada situasi tidak
resmi seperti di warung, di kantin, di pasar, pada situasi santai, dan
akrab.

d. Ruang lingkup pemakaian atau pokok persoalan yang dibicarakan
di lingkungan kelompok penutur. Banyak persoalan yang dapat
menjadi topik pembicaraan dalam kehidupan sehari-hari. Saat
membicarakan topik tertentu, seseorang akan menggunakan
kosakata kajian atau khusus yang berhubungan dengan topik
pembicaraan tersebut.
  Beberapa contoh ragam yang merupakan laras bahasa:

Wacana tentang teknologi komunikasi:
Banyak situs internet baik di luar maupun di dalam negeri yang
menyediakan fasilitas ruang obrolan (chatting room) ini. Salah satu
yang cukup populer di Indonesia adalah milik detik.com. Agar
percakapan aman dari umum, chatter dapat membuat web pribadi.
Pembuatannya dapat gratis melalui fasilitas NBCi.com.

Wacana yang berhubungan dengan persoalan kesehatan:
Penyakit chikungunya diakibatkan oleh virus yang ditularkan oleh
nyamuk Aedes aegypti. Virus ini membuat penderita mengalami
demam tinggi selama lima hari. Setelah mengalami masa inkubasi
selama tiga hari hingga dua belas hari, penderita akan jatuh sakit.
Selain demam, penderita juga akan mengalami rasa ngilu pada
otot, mual hingga muntah.

Wacana surat kabar:
Lima siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bina Taruna,
Purwakarta, tewas akibat truk yang mereka tumpangi terguling di
kawasan Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rabu
(9/5) sekitar pukul 13.30. Para siswa tersebut menumpang truk usai
berekreasi ke Waduk Cirata setelah merampungkan ujian.

Wacana bergaya sastra:
Grace mengambil payung dari bawah jok tempat duduk dan
beranjak keluar. Dari arah lapangan, murid-murid dengan baju
olahraga enggan berteduh. Pakaian mereka sudah sangat kuyup,
tetapi semangat mereka untuk bermain basket masih menyala
dalam hujan. Beberapa anak yang tidak bermain bersorak–sorai
dan bertepuk tangan sembari menyipratkan air yang berkubang di
tanah dengan kaki mereka.




Sabtu, 06 Juni 2015

MENGANALISA KASUS DALAM ORGANISASI

KASUS – KASUS YANG TERJADI DALAM ORGANISASI

Koordinasi Dalam Program Kerja.
Dalam sebuah organisasi biasa nyakita banya sekai menjumpai masalah-masalah kecil yang berefek besar pada organisasi tersebut.Masalah yang sebenarnya sepele misalnya kesalah pahaman antar anggota organisasi dan mungkin juga miss communication yang nantinya berimbas pada rusaknya atau gagalnya suatu acara yang sudah direncanakan sebelumnya.
Kasus seperti ini akan menyebabkan sebagian anggota mengerjakan tugasnya sesuai prosedur dan setengahnya lagi melenceng dengan apa sudah di rencanakan.Dalam hal ini mengakibatkan rasa ketidak adilan antar anggota organisasi.Apabila perselisihan ini terjadi pada ketua organisasinya dapat berefek fatal,seperti hancurnya organisasi tersebut baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar.Padahal seharusnya pemimpin harus dapat menjaga ikatan kebersamaan antar anggota agar terjalin komunikasi yang baik antar anggota sehingga organisasi dapat berjalan dengan baik dan dapat menghasilkan kegiatan-kegiatan yang berkualitas bagi masyarakat.
Recruitment
          Di dalam sebuah organisasi pencarian anggota baru juga berarti,karena anggota organisasi ini lah kedepannya yang akan menentukan bagaimana susksesnya suatu organisasi.Bagaimana suatu tugas di kerjakan oleh beberapa orang sehingga dapat mempermudah suatu pekerjaan dan menghemat waktu kerjanya juga.
Mempertahankan kader-kader.
          Mempertahankan kader-kader organisasi jauh lebih sulit dari pada merekrutnya.Jika suatu organisasi sudah terdapat perselisihan dan mengakibatkan anggotanya tidak nyaman dalam organisasi tersebut tidak menutup kemungkinan anggotanya satu-persatu akan meninggalkan organisasi yang berujung kepada hancurnya organisasi tersebut.

Contoh kasus dalam sebuah organisasi:
          Koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat, dan merupakan salah satu pilar ekonomi, selayaknya perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Di sisi lain, salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan dilakukan melalui program-program pemberdayaan ekonomi rakyat. Dengan demikian, melalui pemberdayaan koperasi diharapkan akan mendukung upaya pemerintah tersebut. Dalam upayanya, pemerintah dalam hal ini Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dituntut untuk dapat menghasilkan program dan kebijakan yang dapat mendukung tumbuh dan berkembangnya koperasi. 
Risiko merupakan bahaya, risiko adalah ancaman atau kemungkinan suatu tindakan atau kejadian yang menimbulkan dampak yang berlawanan dengan tujuan yang ingin dicapai. Namun demikian risiko juga harus dipandang sebagai peluang, yang dipandang berlawanan dengan tujuan yang ingin dicapai. Jadi kata kuncinya adalah tujuan dan dampak pada sisi yang berlawanan.
Dengan kata lain risiko adalah probabiltas bahwa “Baik” atau “Buruk” yang mungkin terjadi yang akan berdampak terhadap tujuan yang ingin kita capai. Untuk itu risiko perlu kita kelola dengan baik melalui proses yang logis dan sitematik dalam identifikasi, kuantifikasi, menentukan sikap, menetapkan solusi serta memonitor dan pelaporan risiko yang berlangsung pada setiap aktivitas atau proses atau yang biasa kita kenal dengan manajemen risiko, kembali pada perkembangan koperasi, walaupun mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan Koperasi senantiasa atau sering kali terganjal oleh sejumlah masalah klasik, diantaranya:
1.Lemahnya partisipasi anggota
2. Kurangnya permodalan
3. Pemanfaatan pelayanan
4. Lemahnya pengambilan keputusan
5. Lemahnya Pengawasan
6. Manajemen Resiko
          Masalah – masalah tersebut diatas merupakan potensi risiko yang yang tampak dan teridentifikasi, sehingga berangkat dari permasalahan umum tersebut Koperasi seharusnya sudah mampu melakukan mitigasi risiko atas permasalahan tersebut diatas. Selanjutnya bagi Koperasi yang bergerak dalam usaha simpan pinjam merupakan industri yang sarat dengan risiko. Koperasi kredit sebenarnya adalah miniatur dari perbankan. Yang dikelola hampir sama, yakni uang masyarakat (anggota koperasi) dan kemudian menyalurkan dalam bentuk pinjaman kepada masyarakat (anggota koperasi) yang membutuhkan.
          Dengan risiko tersebut maka sudah selayaknya jika Koperasi kredit menerapkan konsep manajemen risiko, sebagai konsekuensi dari bisnis yang penuh dengan risiko. Artinya risiko yang mungkin timbul dimitigasi dengan cara menerapkan manajemen risiko di semua lini dan bidang. Hal ini menunjukan bahwa pengurus dan pengelola Koperasi kredit sudah selayaknya memiliki kemampuan dalam hal manajemen risiko atau sudah mengikuti program sertifikasi manajemen risiko. Tentunya konsep yang ditawarkan disesuaikan dengan tingkat risiko yang melekat pada bisnis koperasi.
          Manajemen Risiko Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk memperkecil ruang dan kesempatan para pembobol koperasi untuk melancarkan aksinya adalah dengan, memberlakukan manajemen risiko dalam praktek berkoperasi. Masalah ini sebenarnya masalah klise yang sudah dicoba dipecahkan jauh hari sebelum meledaknya berbagai kasus di koperasi. Fenomena ini tentunya sejalan dengan rencana penataan modal koperasi, yang seharusnya juga disesuaikan dengan kemajuan bisnis Koperasi kredit yang bersangkutan. Semua risiko yang muncul di balik gemerlapnya bisnis Koperasi kredit, harus bisa ditutup dengan modal koperasi. Itu berarti manajemen risiko merupakan back bone menuju koperasi yang sehat.
          Maklum, pengalaman tidak menyenangkan yang menimpa beberapa koperasi memperlihatkan bahwa persoalan manajemen risiko tidak bisa dianggap enteng. Pengalaman memberi pelajaran berharga bahwa pengelolaan risiko yang buruk dapat membahayakan kelangsungan koperasi. Pertanyaannya, risiko apa saja yang harus di-cover oleh koperasi? Faktor risiko yang melekat pada bisnis koperasi khususnya Koperasi kredit, jika dikaji lebih jauh, ternyata jumlahnya sangat banyak (beragam), diantaranya :
1. Risiko Kredit, risiko ini didefinisikan sebagai risiko kerugian sehubungan dengan pihak peminjam tidak dapat dan atau tidak mau memenuhi kewajiban untuk membayar kembali dana yang dipinjamkannya secara penuh pada saat jatuh tempo atau sesudahnya.
2. Risiko Likuiditas, risiko likuiditas adalah risiko yang disebabkan Koperasi tidak mampu memenuhi kewajibannya yang telah jatuh tempo.
3. Risiko Operasional, risiko operasional didefinisikan sebagai resiko kerugian atau ketidakcukupan proses internal, sumber daya manusia dan sistem yang gagal atau dari peristiwa eksternal.
4. Risiko Bisnis, risiko bisnis adalah risiko yang terkait dengan posisi persaingan antar Koperasi dan prospek keberhasilan Koperasi dalam perubahan pasar.
5. Risiko Strategik, risiko strategik adalah risiko yang terkait dengan keputusan jangka panjang yang dibuat oleh pengurus dan pengelola.
6. Risiko Reputasional, resiko kerusakan pada Koperasi yang diakibatkan dari hasil opnini public yang negative.
7. Risiko Legal
8. Risiko Politik
9. Risiko Kepatuhan




ANALISA PERMASALAHAN dI ATAS:
1.Dari contoh di atas partiipasi anggota koperasi kurang,hal ini dapat tejadi mungkin karena kurang baik nya pelayanan petugas koperasi terhadap masyarakat,dan bisa juga kurangnya pengetahuan masyarakat tentang faslitas yang di berikan koperasi.
2.Kuragnya Permodalan,kurangnya modal koperasi  dapat terjadi karena anggota koperasi yang sedikit sehingga  uang sumbangan sukarelanya jadi sedikit.
3.Pemanfaatan pelayanan,layanan petugas koperasi juga berpengaruh terhadap lama bertahannya suatu koperasi.Jika pelayanan petugas koperasi yang baik dan proses pinjam meminjamnya cepat tidak menutup kemungkinan banyak anggota yang mau berpartisipasi untuk menjadi anggota koperasi dan begitu juga sebaliknya.
4.Lemahnya Pengambilan Keputusan,pengambilan keputusan dalam koperasi memang berjalan lama,karena harus melalui beberapa tahap.Mengumpulkan anggota koperasi,musyawarah untuk menetapkan suatu keputusan,baru kemudian menetapkan hasil musyawarah.Dalam hal ini kadang masih terdapat campur tangan pribadi antar pihak.
5.Lemahnya Pengawasan,hal ini terjadi karena dalam koperasi biasanya banyak yang harus di urus sehingga tidak ada tim khusus yang mengawasi koperasi tersebut.Jalannya koperasi hanya bisa di lihat dari rapat tahunan anggota koperasi.Yang dalam hal ini data nya dapat di manipulasi oleh petugas koperasi  karena tidak kurangnya pengawasan tadi.
6.Manajemen Resiko,Biasanyya dalam koperasi jarang terdpat resiko yang terlalu besar.Tetapi sebaiknya ada manajemen resiko nya untuk meminimalisir kerugian yang mungkin saja akan terjadi.
          Dari uraian di atas manajemen resiko dalam koperasi di perlukan untuk meminimalisir kemungkinan kerugian yang akan terjadi dalam sebuah koperasi.

Referensi:


Minggu, 26 April 2015

Kisah Tragis Gama Smart

Sabtu, 28 Maret 2015

tugas softskill



Pengaruh Inflasi Terhadap Pengangguran di Indonesia

Inflasi dan pengangguran tidak dapat di pisahkan lagi dari   perekonomian suatu negara . Ada beberapa alasan yang kuat yang mendasarinya ,bagaimana kedua faktor tersebut menjadi acuan kemakmuran dan kondisi perekonomian suatu  negara,maka dari pada itu inflasi dan pengangguran menjadi masalah yang cukup penting dalam suatu negara.inflasi menjadi acuan stabil atau tidaknya perekonomian suatu bangsa.Salah satu ciri dari inflasi sendiri adalah dengan naiknya kebutuhan pokok seperti sembako dll.Biasanya hal itu terjadi akibat adanya perang atau memang langkanya barang tersebut di pasaran.Inflasi itu sendiri pernah di alami oleh bangsa Indonesia ketika masa pemerintahan ir.Soekarno  atau orde lama.Pada saat itu bangsa Indonesia mengalami inflasi yang sangat tinggi yaitu menapai 650%,akibatnya banyaknya uang & jenis mata uang yang beredar di masyarakat.Akhirnya pemerintah mengambil keputusan hanya meberlakukan tiga jenis mata uang yaitu De Javasue Bank,mata uang pemerintah Hindia Belanda dan mata uang pendudukan Jepang. Pada masa itu pemerintah terpaksa mengambil keputusan untuk pertama kalinya Senering yaitu menurunkan nilai riil uang.Faktor pemicu utama terjadinya inflasi pada masa itu adalah kondisi perekonomian Indonesia yang masih belum stabil dikarenakan Indonesia belum merdeka di tambah lagi serangan dari agresi militer yang di lancarkan oleh sekutu.Pada masa orde baru yang di pimpin oeh Soeharto Seiring berjalannya waktu kondisi perekonomian indonesia berangsur-angsur membaik dengan menurunkan angka inflasi dari 650% menjadi 15% dalam waktu kurang dari dua tahun.Hal tersebut dapat terjadi dengan cara mengambil beberapa kebijakan sehingga pembangunan di Indonesia menjadi maju di bawah pemeritahan orde baru.Walaupun begitu Indonesia sempat mengalami krisis lagi pada tahun 1998 dan 2008,tetapi bangsa indonesia mampu bertahan walaupun pada saat itu inflasinya mencapai 11%.
Di bawah ini data jumlah penduduk,angkatan kerja di sertai dengan tingkat pengangguran di indonesia dalam beberapa tahun berikut:

            Pada tabel tersebut terlihat bahwa tingkat pengangguran di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.Pengangguran juga dapat terjadi karena skill/keahlian dan pendidikan dari masyarakat di indonesia masih belum terlalu bagus.Mungkin ada beberapa diantara masyarakat indonesia yang pintar,namun jika yang pintar tersebut hanya beberapa tidak mampu membawa rakyat indonesia menjadi bangsa dengan perekonomian yang baik.
Pengangguran memperlihatkan tingkat kesejahteraan suatu negara.Semakin tinggi tingkat pengangguran suatu negara maka semakin rendah tingkat kesejahteraan ekonomi negara tersebut.Indonesia termasuk negara dengan jumlah penduduk terbanyak oleh sebab itu banyaknya jumlah tenaga kerja tetapi jumlah lapangan pekerjaan sedikit sehingga menyebabkan banyaknya jumlah pengangguran diIndonesia.Pemerintah sudah melakukan baebagai cara untuk menekan jumlah pengangguran dengan cara menerik investor asing untuk menanamkan modal di indonesia.Namun satu hal yang pasti pengangguran dan inflasi memiliki sifat yang berlawanan.Jika pemerintah menarik investor asing ke indonesia untuk menekan tingkat pengangguran,maka pemerintah juga harus siap dihadapkan dengan tingginya inflasi yang akan di hadapi. Begitu pun sebaliknya pemerintah tidak bisa menekan inflasi menjadinol persen ataupun pengangguran menjadi nol persen. Jadi keduanya memiliki efek yang berbeda satu sama lain jika dipaksakan untuk ditekan dengan kebijakan apapun.
Inflasi merupakan kecenderungan kenaikan  harga barang  secara terus menerus.Jadi jika kenaikan hanya satu  jenis barang saja tidak dapat disebut dengan inflasi,kecuali dengan kenaikan barang tersebut mempengaruhi naiknya harga barang lain.

Ada 3 kriteria yang di harus di penuhi agar  dapat dikatakan sebagai inflasi:
1.Kenaikan harga barang.
2.Barang tersebut bersifat umum.
3.Kenaikan tersebut berlangsung secara terus-menerus.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi adalah sebagai berikut:
1.    Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan untuk  menghasilkan barang dan jasa.
2.       Tuntutan upah dari pekerja.
3.       Kenaikan impor barang.
4.       Penambahan penawaran uang dengan cara mencetak uang baru.

Kekacauan politik dan ekonomi seperti yang pernah terjadi di Indonesia tahun 1998 mengakibatkan angka inflasi diindonesia mencapai 70%.


http://www.scribd.com/doc/149293103/Analisis-Pengaruh-Tingkat-Inflasi-Terhadap-Pengangguran#scribd