This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 02 Januari 2015

Tugas Softskill UKM




TEORI ORGANISASI UMUM UKM
“RUMAH MAKAN KRISNA”

NAMA KELOMPOK :
1. Ade Khidira 10113141
2. Agung Murdianto 10113352
3. Arif Kurniawan S. 11113324
4. Dwi Ajeng Anggraeni 12113653
5. Elisa Eka Shinta Pratiwi 12113863
6. Fajar Rudy Novioanto 13113166
7. Ilma Qadri 14113293
8. Indah Rosyidah Hasni Lest 14113369
9. Jonathan Chiritian Liady 14113674
10. Lukman Nul Hakim Sujud 15113057
11. Muhammad Safrial 15113603
12. Muhammad Lutfhy 16113027
13. Nofalis Rahmantika 16113484
14. Novianto Dwiyani Ashari 16113548
15. Ratih Amanda K. 17113297
16. Rezardi Fauzy 17113524


UNIVERSITAS GUNADARMA




 Kata Pengantar

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan karunia dan nikmat
bagi umat-Nya. Yang mana telah membantu kelompok kami dalam
menyelesaikan tugas makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini disusun
untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Teori Organisasi Umum,
karena terbatasnya ilmu yang kami punya maka makalah ini jauh dari kata
sempurna. Maka dari itu kami mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari kalian semua untuk menyempurnakan makalah yang telah
kami buat ini.
Tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga
kepada semua pihak yang mana telah membantu kami dalam penyusunan
makalah ini. Semoga bantuan dan bimbingan yang diberikan kepada kami
mendapatkan balasan dari Allah SWT.
Dan kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya
bagi kelompok kami dan berguna bagi orang lain atau yang membaca makalah
kami ini.
Depok, 30 Desember 2014







BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

             UKM (Usaha Kecil Menengah) memegang peranan yang sangat besar
dalam memajukan perekonomian Indonesia.Selain sebagai salah satu alternatif
lapangan kerja baru,UKM juga berperan dalam mendorong laju pertumbuhan
ekonomi pasca krisis moneter tahun 1997 di saat perusahaan-perusahaan
besar mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya.Saat ini,UKM
telah berkontribusi besar pada pendapatan daerah maupun pendapatan
Negara Indonesia.
UKM  merupakan suatu bentuk usaha kecil masyarakat yang pendiriannya
berdasarkan inisiatif seseorang.Sebagian besar masyarakat beranggapan
bahwa UKM hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu saja.Padahal
sebenarnya UKM sangat berperan dalam mengurangi tingkat pengangguran
yang ada di Indonesia.UKM dapat menyerap banyak tenaga kerja Indonesia
yang masih mengganggur.Selain itu UKM telah berkontribusi besar pada
pendapatan daerah maupun pendapatan negara Indonesia.
UKM juga memanfatkan berbagai Sumber Daya Alam yang berpotensial di
suatu daerah yang belum diolah secara komersial.UKM dapat membantu
mengolah Sumber Daya Alam yang ada di setiap daerah.Hal ini berkontribusi
besar terhadap pendapatan daerah maupun pendapatan negara Indonesia.
Juga agar kita dapat mengetahui berapa besar keuntungan yang
diperoleh apabila kita membuka sebuah usaha kecil dan menengah, dan kita
dapat mengetahui cara mengelola usaha kecil dan menengah dengan baik,
sehingga memperoleh laba yang cukup besar.untuk membangun sebuah usaha
awal.
1.2 Rumusahan Masalah
1. Bagaimana konsep usaha ?
2.Bagaimana strategi permodalan, proses produksi, dan pemasaran?
3. Bagaimana cara pengelolaan tenaga kerja?
1.3 Tempat dan Waktu Observasi
Jenis usaha : Rumah makan Krisna
Pemilik : Bpk. Mulyadi (54 tahun)
Alamat : Jl.Squadron No. 69, Makasar, Jakarta Timur
Waktu Observasi : 8 Desember 2014 /Pukul 03:25 WIB
1.4 Tujuan
1. Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah
pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua.  Juga Untuk
dapat memacu dan meningkatkan penghasilan maka di perlukan strategi
ukm waralaba.
2. Untuk menyelesaikan tugas softskill
a. Menumbuhkan minat untuk mengembangkan usaha dalam
pembuatan Rumah Makan Khas Jawa.
b. Untuk menambah ilmu pengetahuan tentang UKM dan
kewirausahaan.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Profil usaha
 





UKM Rumah Makan Krisna terletak di JL Squadron no 69 Kampung
Makassar, Jakarta Timur. Alasan pemilik memberi nama RM Krisna,
karena pemiliknya sendiri bernama Krisna. Rumah Makan Krisna yang
terletek di Jakarta ini merupakan cabang dari RM Krisna yang berada di
Kalimantan Selatan. RM Krisna menjual berbagai makanan seperti ayam
goreng/bakar/panggang, bebek goreng/ricarica, nasi pecel,rawon, nasi
campur, dan ayam goreng kampung.


Menu & Harga:



Nasi Pecel : Rp 7000,- Es Jeruk : Rp 4000,-
Nasi Rawon : Rp 8.000,- Es Teh Manis : Rp 3000,-
Nasi Campur : Rp 10.000,- Es The Tawar : Rp 1000,-
Ayam Kampung : Rp 17.000,- Teh Botol : Rp 3000,-
Ayam Panggang : Rp 13.000,- Fanta : Rp 3500,-
Ayam Goreng : Rp 13.000,- Coca-Cola : Rp 3500,-
Bebek Goreng : Rp 15.000,- Aqua : Rp 3000,-
Bebek Rica-Rica : Rp 15.000,- Kopi : RP 3000,-

Makanan yang paling sering dibeli oleh pelanggan yaitu ayam
goreng/ayam panggang, dan pecel.





 























Waktu:
10.00 – 22.00

Produksi
Produksi dilakukan sendiri oleh keluarga bapak Mulyadi. Produksi per hari
membutuhkan 25 liter beras, 50-60 potong ayam, 30-40 potong bebek .

2.2 Riwayat Pendirian dan Perkembangan Usaha 

Rumah Makan Krisna berdiri pada bulan Juli tahun 2013. Awalnya
RM Krisna ini didirikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan
masyarakat yang mencintai makanan khas Jawa, dan juga sebagian besar
penduduk Jakarta adalah pendatang, terutama orang Jawa. Pada
awalnya RM ini memiliki beberapa karyawan tetapi setelah berjalan
beberapa waktu, karyawan yang bekerja di restoran ini banyak yang
tidak jujur dan sering mengambil uang hasil penjualan, sehingga restoran
ini memberhentikan para karyawannya, sehingga yang membantu usaha
RM Krisna ini adalah anggota keluarganya.
Untuk lahan, rumah makan ini menyewa 15 juta per tahun.

2.3 Strategi Permodalan

Pada awalnya modal yang dikeluarkan untuk mendirikan RM
Krisna ini sebesar Rp 50.000.000, rinciannya Rp 15.000.000 untuk sewa
tempat per tahunnya, dan untuk membeli peralatan sebesar Rp
25.000.000, dan sisanya digunakan untuk membeli bahan baku
makanan. Omset per bulan rumah makan dapat mencapai Rp
50.000.000 per bulannya, dan apabila sedang ramai pembeli omset bisa
mencapai Rp 60.000.000 atau lebih. 

2.4 Hasil Wawancara singkat

1. Mengapa bapak memilih bidang kuliner dalam UKM bapak?
Jawab: karna menurut saya makanan adalah kebutuhan pokok. alasan memilih
makanan khas jawa karna sebagian besar penduduk jakarta adalah orang jawa.
dan keluarga saya adalah jawa.
2. Apa alasan bapak memberi nama rumah makan ini RM krisna?
Jawab: karena krisna adalah nama dari RM makan saya yang berada di daerah
kalimantan. Dan yang di jakarta ini cabang yang ke dua.
3. Modal awal bapak membangun rumah makan ini berapa?
Jawab: Modal awal RM krisna ini kurang lebih 50jt. Untuk sewa tempak 15
juta/thn dan untuk membeli peralatan dan bahan baku kurang lebih 25 juta.
4. Menu apa aja yang tersedia?
Jawab: ayam goreng/bakar/panggang, bebek goreng/ricarica, nasi pecel,
rawon,nasi campur, dan ayam goreng kampung.
5. Makanan apa yang paling disukai atau terfavorit pembeli?
Jawab: Untuk makanan favorit ada ayam goreng/ayam panggang, kadang
rawon
6. Berapa omset perbulan?
Jawab: Omset perbulan kulang lebih 50 jt. Tapi kalau sedang ramai bisa 60jt.
7. Apa kendala yang dihadapi dalam usaha ini?
Jawab: Untuk kendala yang dihadapi adalah manajemen RM ini, karena kita
tidak memiliki karyawan. Karena pengalamaan kami beberapa waktu karyawan
yang berkerja disini sering menguntik uang hasil dagangan, sejak itu kita tidak
lagi memakai karyawan.
8. Dari pukul berapa rumah makan ini buka?
Jawab: dari pukul 10.00-21.00
9. Untuk produksinya membutuhkan berapa banyak?
Jawab: untuk ayam biasanya sekitar 50-60 potong, bebek 40-50 potong dan itu
saat ramai
10. Untuk lahannya, bapak sewa atau milik sendiri?
Jawab: sewa. Sewanya 15 juta per tahun.
11. Apa bapak memiliki karyawan?
Jawab: Ada, hanya saya memilih keluarga sendiri untuk mengelola dan menjadi
karyawan disini.
12. Apa alasan bapak memilih keluarga sendiri untuk menjadi karyawan?
Jawab: sebelumnya, saya punya beberapa karyawan. Namun, beberapa
karyawan banyak yang tidak jujur, alhasil saya rasa apabila keluarga sendiri
yang mengelola dan menjadi karyawan itu lebih baik.










BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

             Jadi, dari hasil observasi UKM yang kami kunjungi yaitu Rumah makan
krisna. Rumah Makan Krisna adalah rumah makan yang identik dengan
masakan khas jawa. Dirumah makan ini menjual berbagai jenis makanan khas
jawa seperti: nasi pecel, nasi rawon, nasi campur, ayam goreng kampung,
bebek goreng, dll. Serta menyediakan berbagai macam minuman.
Dirumah makan krisna ini terdapat makanan yang dipaling disukai oleh
para pelanggan yaitu Ayam Goreng Kampung. Kisaran harga makanan dirumah
makan ini cukup terjangkau mulai kisaran harga Rp 6.000.00 sampai dengan Rp
25.000.00.
Omset perbulan yang didapatkan pemilik rumah makan ini mencapai 50
juta per bulan, jika sedang ramai pengunjung omset bisa mencapai 60 juta atau
lebih per bulan.

3.2 Saran

        Saran kami untuk Rumah makan Krisna ini adalah, Jika seandainya ingin
mengunakan karyawan kami menyarankan agar lebih selektif dalam hal
memilih, agar tidak terjadi kecurangan atau kerugian kepada rumah makan
yang bapak dirikan. Dan kami juga menyarankan agar promosi dan pemasaran
rumah makan bapak ini lebih ditingkatkan lagi. Promosi dapat melalui media
sosial seperti twitter, facebook dan lain-lain. Dan saran terakhir kami mungkin
pemesanan melalui delivery agar pembeli yang malas keluar rumah dapat memesan melalui delivery order.

Kamis, 20 November 2014

peng organisasi & arsitektur komputer



1.Karakteristik Instruksi Mesin

Pengertian karakteristik mesin
      Karakteristik instruksi mesin adalah ciri-ciri khusus atau sifat khas yang dimiliki oleh instruksi-instruksi atau kode operasi dalam pemrograman komputer.Operasi CPU ditentukan oleh instruksi-instruksi yang dieksekusinya. Instruksi-instruksi ini dikenal sebagai intruksi mesin atau instruksi computer.
A. Elemen-elemen Instuksi Mesin
Setiap instruksi harus terdiri dari informasi yang diperlukan oleh CPU untuk dieksekusi. Gambar langkah-langkah yang terdapat dalam eksekusi instruksi dan bentuk elemen-elemen instruksi mesin, adalah sebagai berikut :
Kode Operasi : menentukan operasi-operasi yang akan dilakukan (misalnya: ADD,I/O). Operasi itu dispesifilan oleh sebuah kode biner, dikenal sebagai kode operasi.
Acuan Operand Sumber : Operasi dapat melibatkan satu atau lebih operand sumber, dengan kata lain, operand adalah input bagi operasi.
Acuan Operand Hasil: Operasi dapat menghasilkan sebuah hasil.
Acuan Instruksi Berikutnya: Elemen ini memberitahukan CPU posisi instruksi berikutnya yang harus diambil setelah menyelesaikan eksekusi suatu instruksi. Instuksi berikutnya yang akan diambil berada di memori utama atau pada system memori virtual, akan berada baik di dalam memori utama atau memori sekunder.Operand sumber dan hasil dapat berada di salah satu dari ketiga daerah berikut ini:
Memori Utama atau Memori Virtual: Dengan adanya acuan instruksi berikutnya, maka alamat memori utama atau memori virtual harus diketahui.
Register CPU: Dengan suatu pengecualian yang jarang terjadi, CPU terdiri dari sebuah register atau lebih yang dapat diacu oleh instruksi-instruksi mesin. Bila hanya terdapat sebuah register saja, maka acuan ke instruksi tersebut dapat berbentuk implicit. Sedangkan jika terdapat lebih dari satu register, maka setiap register diberi nomor yang unik, dan instruksi harus terdiri dari nomor register yang dimaksud.
Perangkat I/O: Instruksi harus menspesifikan modul I/O dan perangkat yang diperlukan oleh operasi. Jika digunakan I/O memori terpetakan, maka perangkat ini merupakan memori utama atau memori virtual.


B. Representasi Instruksi
Di dalam computer, instruksi dipresentasikan oleh sehimpunan bit. Himpunan bit ini dibagi menjadi beberapa bidang, dengan bidang-bidang ini berkaitan dengan elemen-elemen yang akan memuat instruksi. Layout instruksi ini dikenal sebagai bentuk instruksi. contohnya adalah:
-ADD Add (Menambahkan)
-SUB Substract (Pengurangan)
-MPY Multiply (Perkalian)
-DIV Divide (Pembagian)
-LOAD Muatkan data data dari memori
-STOR Simpan data ke memori
Operand-operand juga direpresentasikan secara simbolik. Misalnya instruksi ADD R,Y Berarti tambahkan niali yang terdapat pada lokasi Y ke isi register R. Dalam contoh ini, Y berkaitan dengan alamat lokasi di dalam memori, dan R berkaitan dengan register tertentu. Perlu dicatat bahwa operasi dilakukan terhadap isi alamat, bukan terhadap alamatnya.Sehingga adalah mungkin untuk menuliskan program bahasa mesin dalam bentuk simbolik. Setiap opcode simbolik memiliki representasi biner yang tetap, dan pemrograman dapat menetapkan masing-masing operand simbolik. Misalnya, pemrograman dapat memulainya dengan definisi-definisi:
-X=523
-Y=514
dan seterusnya. Sebuah program yang sederhana akan menerima input simbol ini, kemudian mengkonversiakn opcode dan acuan operand menjadi bentuk biner, dan akhirnya membentuk instruksi mesin biner.
C. Jenis-Jenis Instruksi
Sebuah instuksi yang dapat diekspresikan dalam bahasa BASIC atau FORTRAN. X = X+Y Pernyataan ini menginstruksikan komputer untuk menambahkan nilai yang tersimpan di Y ke nilai yang tersimpan di X dan menyimpan hasilnya di X. Variabel X dan Y berkorespondensi dengan lokasi 513 dan 514. Jika kita mengasumsikan set instruksi mesin yang sederhana, maka operasi ini dapat dilakukan dengan tiga buah instruksi:
1. Muatkan sebuah register dengan isi lokasi memori 513
2. Tambahkan isi lokasi memori ke register
3. Simpan isi register di lokasi memori 513
Suatu komputer harus memiliki set instruksi yang memungkinkan pengguna untuk memformulasikan pengolahan data atau dengan memperhatikan kemampuan pemrograman bahasa tingkat tinggi. Agar dapat dieksekusi, setiap program yang ditulis dalam bahasa program tingkat tinggi harus diterjemahkan ke dalam bahasa mesin. Jadi, set instruksi mesin harus dapat mengekspresikan setiap instruksi bahas atingkat tinggi.
Adapun Jenis-jenis instrusi sebagai berikut:
- Pengolahan Data : Instrusi-instruksi aritmatika dan logika
- Penyimpanan Data : Instriksi-instruksi memori
- Perpindahan Data : Instruksi I/O
- Kontrol : Instruksi pemeriksaan dan percabangan
D. Jumlah Alamat
Salah satu cara tradisional dalam menjelaskan arsitektur prosesor adalah dengan memakai jumlah alamat yang terdapat pada masing-masing instruksi. Instruksi aritmatika dan logika memerlukan operand yang berjumlah banyak. Secara virtual, seluruh operasi eritmatika dan logika merupakan uner/unary (satu operand) atau biner (dua operand). Dengan demikian, memerlukan maksimum dua alamat untuk acuan operand. Hasil sebuah operasi akan memerlukan alamat ketiga.
Dengan demikian, instruksi perlu memiliki empat buah acuan alamat: dua buah operand, sebuah hasil operasi, dan sebuah alamat instruksi berikutnya. Sebagian besar CPU merupakan variasi satu, dua, atau tiga alamat dengan alamat instruksi berikutnya merupakan implisit (diperoleh dari pencacah program). Format tiga alamat tidak umum digunakan, karena instruksi-instruksi tersebut memerlukan bentuk instruksi yang lebih relatif lebih panjang untuk menampung acuan-acuan tiga alamat. Sedangkan bentuk dua alamat mengurangi kebuatuahan ruang akan tetapi menimbulkan kesulitan. Instruksi yang lebih sederhana adalah instruksi satu alamat. Agar alamat ini dapat berfungsi, alamat perlu diimplisitkan.
E. Rancangan Set Instruksi
Salah satu hal yang paling menarik tentang rancangan komputer adalah rancangan set instruksi. Set instruksi merupakan alat bagi pemrogram untuk mengontrol CPU. Dengan demikian, kebutuhan-kebutuhan pemrogram harus menjadi bahan pertimbangan dalam merancang set instruksi. Masalah rancangan fundamental yang paling signifikan meliputi:
Repertasi Operasi: Berapa banyak dan operasi-operasi apa yang harus disediakan, dan sekompleks apakah operasi itu seharusnya.
Jenis data : berbagai jenis data pada saat operasi dijalankan
Bentuk instruksi : Panjang instruksi (dalam bit), jumlah alamat, ukuran bidang, dan sebagainya.
Register : Jumlah register CPU yang dapat diacu oleh instruksi, dan fungsinya.
Pengalamatan: Mode untuk menspesifikasikan alamat suatu operand.
Masalah-masalah ini saling berkaitan dan harus diperhatikan dalam merancang set instruksi.
Kesimpulan
Instruksi mesin (machine intruction) yang dieksekusi membentuk suatu operasi dan berbagai macam fungsi CPU.
Kumpulan fungsi yang dapat dieksekusi CPU disebut set instruksi (istruction set) CPU.
Karakteristik instruksi mesin, meliputi:
Elemen-elemen instruksi
Representasi instruksi
Jenis-jenis instruksi
Penggunaan alamat
Rancangan set instruksi

1.ELEMEN-ELEMEN DARI INSTRUKSI MESIN (SET INSTRUKSI)
Operation Code (opcode) : menentukan operasi yang akan dilaksanakan
Source Operand Reference : merupakan input bagi operasi yang akan dilaksanakan
Result Operand Reference : merupakan hasil dari operasi yang dilaksanakan
Next instruction Reference : memberitahu CPU untuk mengambil (fetch) instruksi berikutnya setelah instruksi yang dijalankan selesai.
Source dan result operands dapat berupa salah Satu diantara tiga jenis berikut ini:
 Main or Virtual Memory
CPU Register
I/O Device

2. DESAIN SET INSTRUKSI
Desain set instruksi merupakan masalah yang sangat komplek yang melibatkan banyak aspek, diantaranya adalah:
1. Kelengkapan set instruksi
2. Ortogonalitas (sifat independensi instruksi)
3. Kompatibilitas :
Source code compatibility
Object code Compatibility
Selain ketiga aspek tersebut juga melibatkan hal-hal sebagai berikut:
- Operation Repertoire: Berapa banyak dan operasi apa saja yang disediakan, dan berapa sulit operasinya
- Data Types: tipe/jenis data yang dapat olah  Instruction Format: panjangnya, banyaknya alamat, dsb.
- Register: Banyaknya register yang dapat digunakan.
- Addressing: Mode pengalamatan untuk operand.

3. TRANSFER DATA
Menetapkan lokasi operand sumber dan operand tujuan.
Lokasi-lokasi tersebut dapat berupa memori, register atau bagian paling atas daripada stack.
Menetapkan panjang data yang dipindahkan.
Menetapkan mode pengalamatan.
Tindakan CPU untuk melakukan transfer data adalah :
Memindahkan data dari satu lokasi ke lokasi lain.
Apabila memori dilibatkan :
Menetapkan alamat memori.
Menjalankan transformasi alamat memori virtual ke alamat memori aktual.
Mengawali pembacaan / penulisan memori
Operasi set instruksi untuk transfer data :
MOVE : memindahkan word atau blok dari sumber ke tujuan
STORE : memindahkan word dari prosesor ke memori.
LOAD : memindahkan word dari memori ke prosesor.
EXCHANGE : menukar isi sumber ke tujuan.
CLEAR / RESET : memindahkan word 0 ke tujuan.
SET : memindahkan word 1 ke tujuan.
PUSH : memindahkan word dari sumber ke bagian paling atas stack.
POP : memindahkan word dari bagian paling atas sumber
4.ARITHMETIC
Tindakan CPU untuk melakukan operasi arithmetic :
1. Transfer data sebelum atau sesudah.
2. Melakukan fungsi dalam ALU.
3. Menset kode-kode kondisi dan flag.
Operasi set instruksi untuk arithmetic :
1. ADD : penjumlahan                          5. ABSOLUTE
2. SUBTRACT : pengurangan              6. NEGATIVE
3. MULTsIPLY : perkalian                    7. DECREMENT
4. DIVIDE : pembagian                        8. INCREMENT
Nomor 5 sampai 8 merupakan instruksi operand tunggal.
5.LOGICAL
Tindakan CPU sama dengan arithmetic
Operasi set instruksi untuk operasi logical :
1. AND, OR, NOT, EXOR
2. COMPARE   : melakukan perbandingan logika.
3. TEST             : menguji kondisi tertentu.
4. SHIFT           : operand menggeser ke kiri atau kanan menyebabkan konstanta pada ujung bit.
5. ROTATE       : operand menggeser ke kiri atau ke kanan dengan ujung yang terjalin.
6.CONVERSI
Tindakan CPU sama dengan arithmetic dan logical.
Instruksi yang mengubah format instruksi yang beroperasi terhadap format data.
Misalnya pengubahan bilangan desimal menjadi bilangan biner.
Operasi set instruksi untuk conversi :
 1. TRANSLATE : menterjemahkan nilai-nilai dalam suatu bagian memori berdasrkan tabel   korespodensi.
 2. CONVERT : mengkonversi isi suatu word dari suatu bentuk ke bentuk lainnya.

7.INPUT/OUPUT
Tindakan CPU untuk melakukan INPUT /OUTPUT :
1. Apabila  memory mapped I/O maka menentukan alamat memory mapped.
2. Mengawali perintah ke modul I/O
Operasi set instruksi Input / Ouput :
1. INPUT : memindahkan data dari pernagkat I/O tertentu ke tujuan
2. OUTPUT : memindahkan data dari sumber tertentu ke perangkat I/O
3. START I/O : memindahkan instruksi ke prosesor I/O untuk mengawali operasi I/O
4. TEST I/O : memindahkan informasi dari sistem I/O ke tujuan
8.TRANSFERCONTROL
Tindakan CPU untuk transfer control :
Mengupdate program counter untuk subrutin , call / return.
Operasi set instruksi untuk transfer control :
JUMP (cabang) : pemindahan tidak bersyarat dan memuat PC dengan alamat tertentu.
JUMP BERSYARAT : menguji persyaratan tertentu danmemuat PC dengan alamat tertentu atau tidak melakukan apa tergantung dari persyaratan.
JUMP SUBRUTIN : melompat ke  alamat tertentu.
RETURN : mengganti isi PC dan register lainnya yang berasal dari lokasi tertentu.
EXECUTE : mengambil operand dari lokasi tertentu dan mengeksekusi sebagai instruksi
SKIP : menambah PC sehingga melompati instruksi berikutnya.
SKIP BERSYARAT : melompat atau tidak melakukan apa-apa berdasarkan pada persyaratan
HALT : menghentikan eksekusi program.
WAIT (HOLD) : melanjutkan eksekusi pada saat persyaratan dipenuhi.
NO OPERATION : tidak ada operasi yang dilakukan.

9. CONTROL SYSTEM
Hanya dapat dieksekusi ketika prosesor berada dalam keadaan khusus tertentu atau sedang mengeksekusi suatu program yang berada dalam area khusus, biasanya digunakan dalam sistem operasi.
Contoh : membaca atau mengubah register kontrol.
10.      JUMLAH ALAMAT (NUMBER  OF  ADDRESSES)
Salah satu cara tradisional untuk menggambarkan arsitektur prosessor adalah dengan melihat jumlah alamat yang terkandung dalam setiap instruksinya. Jumlah alamat maksimum yang mungkin diperlukan dalam sebuah instruksi :
1.  Empat Alamat ( dua operand, satu hasil, satu   untuk alamat instruksi berikutnya)
2. Tiga Alamat (dua operand, satu hasil)
3. Dua Alamat (satu operand merangkap hasil, satunya lagi operand)
4. Satu Alamat (menggunakan accumulator untuk menyimpancoperand dan hasilnya)
11. Macam-macam instruksi menurut jumlah operasi yang dispesifikasikan
1. Memori To Register Instruction
2.  Memori To Memori Instruction
3.  Register To Register Instruction


2.TIPE TIPE OPERAND
TIPE TIPE OPERAND
Operation Code / Kode Operasi : Menspesifikasikan operasi yang akan dilakukan (misalnya, ADD). Operasi dispesifikasikan oleh kode biner, yang dikenal sebagai kode operasi, atau opcode.
Operand : Adalah bagian daripada instruksi komputer yang menspesifikasikan data apa yang hendak dimanipulasi atau dilakukan operasi terhadapnya, dan pada waktu yang bersamaan merepresentasikan sebagai data itu sendiri. Jenis operand secara khusus yang digunakan sebagai elemen dari instruksi mesin adalah :
-       Source Operand Reference / Referensi Operand Sumber : Operasi dapat mencakup satu atau lebih sumber, operand merupakan input bagi operasi.
-       Result Operand Reference / Referensi Operand Hasil : Adalah operand yang dapat membuat hasil dari operasi.
Sumber dan hasil operand dapat berada di salah satu dari ketiga daerah ini :
a.    Memori utama atau memori virtual: dengan referensi alamat berikutnya, maka alamat memori utama atau virtual harus diketahui.
b.    Register CPU : instruksi harus diberi nomor register yang dimaksud.
c.    Perangkat I/O : instruksi harus menspesifikasikan modul I/O yang diperlukan oleh operasi.
-       Next Instruction Reference / Referensi Operand Selanjutnya : Berfungsi untuk memberitahu CPU posisi instruksi yang berikutnya yang harus diambil setelah menyelesaikan eksekusi atau instruksi.
   TIPE-TIPE OPERAND
1.    Address
2.    Numbers :
-       Integer atau fixed point
-       Floating point
-       Decimal (BCD)
3.    Characters :
-        ASCII (American Standard Code for Information Interchange)
-       EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Interchange Code)
4.    Logical Data :
-       Bits
-       Flag
3.TIPE TIPE OPERASI
           
 TIPE-TIPE OPERASI
a. Operasi set instruksi untuk transfer data :
• MOVE : memindahkan word atau blok dari sumber ke tujuan
• STORE : memindahkan word dari prosesor ke memori.
• LOAD : memindahkan word dari memori ke prosesor.
• EXCHANGE : menukar isi sumber ke tujuan.
• CLEAR / RESET : memindahkan word 0 ke tujuan.
• SET : memindahkan word 1 ke tujuan.
• PUSH : memindahkan word dari sumber ke bagian paling atas stack.
• POP : memindahkan word dari bgian paling atas sumber

b. Operasi set instruksi untuk arithmetic :
• ADD : penjumlahan
• SUBTRACT : pengurangan
• MULTIPLY : perkalian
• DIVIDE : pembagian
• ABSOLUTE
• NEGATIVE
• DECREMENT
•INCREMENT
Urutan 5 sampai 8 merupakan instruksi operand tunggal.

c.   Operasi set instruksi untuk operasi logical :
• AND, OR, NOT, EXOR
• COMPARE : melakukan perbandingan logika.
• 3TEST : menguji kondisi tertentu.
• SHIFT : operand menggeser ke kiri atau kanan menyebabkan konstanta pada ujung bit.
• ROTATE : operand menggeser ke kiri atau ke kanan dengan ujung yang terjalin.

d.    Operasi set instruksi untuk conversi :
• TRANSLATE : menterjemahkan nilai-nilai dalam suatu bagian memori berdasrkan tabel korespodensi.
• CONVERT : mengkonversi isi suatu word dari suatu bentuk ke bentuk lainnya.

e.    Operasi set instruksi Input / Ouput :
• INPUT : memindahkan data dari pernagkat I/O tertentu ke tujuan
• OUTPUT : memindahkan data dari sumber tertentu ke perangkat I/O
• START I/O : memindahkan instruksi ke prosesor I/O untuk mengawali operasi I/O
• TEST I/O : memindahkan informasi dari sistem I/O ke tujuan
f.     Operasi set instruksi untuk transfer control :
• JUMP (cabang) : pemindahan tidak bersyarat dan memuat PC dengan alamat tertentu.
• JUMP BERSYARAT : menguji persyaratan tertentu dan memuat PC dengan alamat tertentu atau tidak melakukan apa tergantung dari persyaratan.
• JUMP SUBRUTIN : melompat ke alamat tertentu.
• RETURN : mengganti isi PC dan register lainnya yang berasal dari lokasi tertentu.
• EXECUTE : mengambil operand dari lokasi tertentu dan mengeksekusi sebagai instruksi.
• SKIP : menambah PC sehingga melompati instruksi berikutnya.
• SKIP BERSYARAT : melompat atau tidak melakukan apa-apa berdasarkan pada persyaratan.
• HALT : menghentikan eksekusi program.
• WAIT (HOLD) : melanjutkan eksekusi pada saat persyaratan dipenuhi.
• NO OPERATION : tidak ada operasi yang dilakukan.
4.PENGALAMATAN
A.      Metode pengalamatan                            
Metode pengalamatan adalah bagaimana cara menunjuk dan  mengalamati suatu lokasi memori pada  sebuah alamat di mana operand akan diambil. Mode pengalamatan diterapkan pada set instruksi, pengalamatan memberikan fleksibilitas khusus yang sangat penting. Mode pengalamatan ini meliputi direct addressing, indirect addressing, dan immediate addressing.
1. Direct Addresing
Dalam mode pengalamatan direct addressing, harga yang akan dipakai diambil langsung dalam alamat memori lain. Contohnya: MOV A,30h. Dalam instruksi ini akan dibaca data dari RAM internal dengan alamat 30h dan kemudian disimpan dalam akumulator.
Mode pengalamatan ini cukup cepat, meskipun harga yang didapat tidak langsung seperti immediate, namun cukup cepat karena disimpan dalam RAM internal. Demikian pula akan lebih mudah menggunakan mode ini daripada mode immediate karena harga yang didapat bisa dari lokasi memori yang mungkin variabel.
Kelebihan dan kekurangan dari Direct Addresing antara lain :
Kelebihan
Field alamat berisi efektif address sebuah operand
Kelemahan
Keterbatasan field alamat karena panjang field alamat biasanya lebih kecil dibandingkan panjang word
2. Indirect Addresing
Mode pengalamatan indirect addressing sangat berguna karena dapat memberikan fleksibilitas tinggi dalam mengalamati suatu harga. Mode ini pula satu-satunya cara untuk mengakses 128 byte lebih dari RAM internal pada keluarga 8052. Contoh: MOV A,@R0. Dalam instruksi tersebut, 89C51 akan mengambil harga yang berada pada alamat memori yang ditunjukkan oleh isi dari R0 dan kemudian mengisikannya ke akumulator. Mode pengalamatan indirect addressing selalu merujuk pada RAM internal dan tidak pernah merujuk pada SFR. Karena itu, menggunakan mode ini untuk mengalamati alamat lebih dari 7Fh hanya digunakan untuk keluarga 8052 yang memiliki 256 byte spasi RAM internal.
Kelebihan dan kekurangan dari Indirect Addresing antara lain :
Kelebihan
Ruang bagi alamat menjadi besar sehingga semakin banyak alamat yang dapat referensi
Kekurangan
Diperlukan referensi memori ganda dalam satu fetch sehingga memperlambat preoses operasi
3. Immediate Addresing
Mode pengalamatan immediate addressing sangat umum dipakai karena harga yang akan disimpan dalam memori langsung mengikuti kode operasi dalam memori. Dengan kata lain, tidak diperlukan pengambilan harga dari alamat lain untuk disimpan. Contohnya: MOV A,#20h. Dalam instruksi tersebut, akumulator akan diisi dengan harga yang langsung mengikutinya, dalam hal ini 20h. Mode ini sangatlah cepat karena harga yang dipakai langsung tersedia.
Kelebihan dan kekurangan dari Immedieate Addresing antara lain :
Keuntungan
Tidak adanya referensi memori selain dari instruksi yang diperlukan untuk memperoleh operand
Menghemat siklus instruksi sehingga proses keseluruhan akan cepat
Kekurangan
Ukuran bilangan dibatasi oleh ukuran field alamat
B.       Pengenalan pada Register Addressing
Register adalah merupakan sebagian memori dari mikro prosessor yang dapat diakses dengan kecepatan tinggi. Metode pengalamatan register ini  mirip dengan mode pengalamatan langsung. Perbedaannya terletak pada field alamat yang mengacu pada register, bukan pada memori utama. Field yang mereferensi register memiliki panjang 3 atau 4 bit, sehingga dapat mereferensi 8 atau 16 register general purpose.
Kelebihan dan kekurangan Register Addressing :
Keuntungan pengalamatan register
Diperlukan field alamat berukuran kecil dalam instruksi dan tidak diperlukan referensi memori
Akses ke regster lebih cepat daripada akses ke memori, sehingga proses eksekusi akan lebih cepat
Kerugian
Ruang alamat menjadi terbatas
Register Indirect Addressing
Metode pengalamatan register tidak langsung mirip dengan mode pengalamatan tidak langsung  Perbedaannya adalah field alamat mengacu pada alamat register. Letak operand berada pada memori yang dituju oleh isi register.
Kelebihanan dan kekurangan pengalamatan register tidak langsung adalah sama dengan pengalamatan tidak langsung
Keterbatasan field alamat  diatasi dengan pengaksesan memori yang tidak langsung sehingga alamat yang dapat direferensi makin banyak
Dalam satu siklus pengambilan dan penyimpanan, mode pengalamatan register tidak langsung hanya menggunakan satu referensi memori utama sehingga lebih cepat daripada mode pengalamatan tidak langsung
C.       Pengenalan Displacement Addressing dan Stack Addresing
Displacement Addressing adalah menggabungkan kemampuan pengalamatan langsung dan pengalamatan register tidak langsung. Mode ini mensyaratkan instruksi memiliki dua buah field alamat, sedikitnya sebuah field yang eksplisit.
Field eksplisit bernilai A dan field implisit mengarah pada register.
Ada tiga model displacement : Relative addressing, Base register addressing, Indexing
Relative addressing
Register yang direferensi secara implisit adalah progra counter (PC)
Alamat efektif relative addresing didapatkan dari alamat instruksi saat itu ditambahkan ke field alamat
Relativ addressing memanfaatkan konsep lokalitas memori untuk menyediakan operand-operand berikutnya
Base register addresing, register yang direferensi berisi sebuah alamat memori, dan field alamat berisi perpindahan dari alamat itu
Referensi register dapat eksplisit maupun implisit
Memanfaatkan konsep lokalitas memori
Indexing adalah field alamat mereferensi alamat memori utama, dan register yang direferensikan berisi pemindahan positif dari alamat tersebut
Merupakan kebalikan dari mode base register
Field alamat dianggap sebagai alamat memori dalam indexing
Manfaat penting dari indexing adalah untuk eksekusi program-program iterative
Stack adalah array lokasi yang linier = pushdown list = last-in-first-out. Stack merupakan blok lokasi yang terbalik. Butir ditambakan ke puncak stack sehingga setiap saat blok akan terisi secara parsial. Yang berkaitan dengan stack adalah pointer yang nilainya merupakan alamat bagian paling atas stack. Dua elemen teratas stack dapat berada di dalam register CPU, yang dalam hal ini stack pointer mereferensi ke elemen ketiga stack. Stack pointer tetap berada dalam register
Dengan demikian, referensi-referensi  ke lokasi stack di dalam memori pada dasarnya merupakan pengalamatan register tidak langsung.

5.FORMAT INSTRUKSI
Suatu instruksi terdiri dari beberapa field yang sesuai dengan elemen dalam instruksi tersebut. Layout dari suatu instruksi sering disebut sebagai Format Instruksi (Instruction Format).
JENIS-JENIS OPERAND
Addresses (akan dibahas pada addressing modes)
Numbers :   - Integer or fixed point
-          Floating point 
-          Decimal (BCD)
Characters : -      ASCII
-          EBCDIC
Logical Data : Bila data berbentuk binary: 0 dan 1

JENIS INSTRUKSI
1.      Data processing: Arithmetic dan  Logic Instructions
2.      Data storage: Memory instructions
3.      Data Movement: I/O instructions
4.      Control: Test and branch instructions
TRANSFER DATA
Menetapkan lokasi operand sumber dan operand tujuan.
Lokasi-lokasi tersebut dapat berupa memori, register atau bagian paling atas daripada stack.
Menetapkan panjang data yang dipindahkan.
Menetapkan mode pengalamatan.
Tindakan CPU untuk melakukan transfer data adalah :
     a. Memindahkan data dari satu lokasi ke lokasi lain.
     b. Apabila memori dilibatkan :
       -  Menetapkan alamat memori.
       -  Menjalankan transformasi alamat memori virtual ke alamat memori aktual.
       - Mengawali pembacaan / penulisan memori 
ARITHMETIC
Tindakan CPU untuk melakukan operasi arithmetic :
     1. Transfer data sebelum atau sesudah.
     2. Melakukan fungsi dalam ALU.
     3. Menset kode-kode kondisi dan flag.
Operasi set instruksi untuk arithmetic :
    1. ADD : penjumlahan                          5. ABSOLUTE
    2. SUBTRACT : pengurangan              6. NEGATIVE
    3. MULTIPLY : perkalian                    7. DECREMENT
    4. DIVIDE : pembagian                       8. INCREMENT
    Nomor 5 sampai 8 merupakan instruksi operand tunggal.
LOGICAL
Tindakan CPU sama dengan arithmetic
Operasi set instruksi untuk operasi logical :
     1. AND, OR, NOT, EXOR
     2. COMPARE : melakukan perbandingan logika.
     3. TEST : menguji kondisi tertentu.
     4. SHIFT : operand menggeser ke kiri atau kanan menyebabkan
                       konstanta pada ujung bit.
     5. ROTATE : operand menggeser ke kiri atau ke kanan dengan ujung yang terjalin.
CONVERSI
Tindakan CPU sama dengan arithmetic dan logical.
Instruksi yang mengubah format instruksi yang beroperasi terhadap format data.
Misalnya pengubahan bilangan desimal menjadi bilangan biner.
Operasi set instruksi untuk conversi :
1. TRANSLATE : menterjemahkan nilai-nilai dalam suatu bagian memori berdasrkan tabel korespodensi.
 2. CONVERT : mengkonversi isi suatu word dari suatu bentuk ke bentuk lainnya.
INPUT / OUPUT
Tindakan CPU untuk melakukan INPUT /OUTPUT :
     1. Apabila  memory mapped I/O maka menentukan alamat memory mapped.
      2. Mengawali perintah ke modul I/O
Operasi set instruksi Input / Ouput :
1. INPUT : memindahkan data dari pernagkat I/O tertentu ke tujuan
2. OUTPUT : memindahkan data dari sumber tertentu ke perangkat I/O
3. START I/O : memindahkan instruksi ke prosesor I/O untuk mengawali operasi I/O
4. TEST I/O : memindahkan informasi dari sistem I/O ke tujuan
TRANSFER CONTROL
Tindakan CPU untuk transfer control :
     Mengupdate program counter untuk subrutin , call / return.
Operasi set instruksi untuk transfer control :
1. JUMP (cabang) : pemindahan tidak bersyarat dan memuat PC dengan alamat tertentu.
 2. JUMP BERSYARAT : menguji persyaratan tertentu danmemuat PC dengan alamat tertentu atau tidak melakukan apa tergantung dari persyaratan.
3. JUMP SUBRUTIN : melompat ke  alamat tertentu.
4. RETURN : mengganti isi PC dan register lainnya yang berasal dari lokasi tertentu.
5. EXECUTE : mengambil operand dari lokasi tertentu dan mengeksekusi sebagai instruksi
6. SKIP : menambah PC sehingga melompati instruksi berikutnya.
7. SKIP BERSYARAT : melompat atau tidak melakukan apa-apa berdasarkan pada persyaratan
8. HALT : menghentikan eksekusi program.
9. WAIT (HOLD) : melanjutkan eksekusi pada saat persyaratan dipenuhi.
10. NO OPERATION : tidak ada operasi yang dilakukan.
CONTROL SYSTEM
Hanya dapat dieksekusi ketika prosesor berada dalam keadaan khusus tertentu atau sedang mengeksekusi suatu program yang berada dalam area khusus, biasanya digunakan dalam sistem operasi.
Contoh : membaca atau mengubah register kontrol.
JUMLAH ALAMAT (NUMBER OF ADDRESSES)
Salah satu cara tradisional untuk menggambarkan arsitektur prosessor adalah dengan melihat jumlah alamat yang terkandung dalam setiap instruksinya.
Jumlah alamat maksimum yang mungkin diperlukan dalam sebuah instruksi :
1.  Empat Alamat ( dua operand, satu hasil, satu   untuk alamat instruksi berikutnya)
2. Tiga Alamat (dua operand, satu hasil)
3. Dua Alamat (satu operand merangkap hasil, satunya lagi operand)
4. Satu Alamat (menggunakan accumulator untuk menyimpancoperand dan hasilnya)

Referensi
http://hendrasetiawan24.wordpress.com/2013/10/30/format-instruksi-dan-pengalamatan/






Kesimpulan
Karakteristik instruksi mesin adalah sifat khas/unik yang dimiliki oleh instruksi-instruksi atau kode operasi dalam pemrograman komputer.Elemen mesin,setiap informasi yang di sediakan dalam cpu akan di eksekusi.Representasi instruksi,di dalam komputer terdiri dari kumpulan bit.Nah di dalam bit ini terdiri dari beberapa elemen lagi yang terdiri dari beberapa buah bidang dan bidang ini berhubungan dengan elemn-elemen instruksi.Suatu komputer harus memperhatikan set pengolahan data yang digunakan oleh pengguna dengan menggunakan bahasa tingkat tinggi.Kemudian bahasa tingkat tinggi ini harus di terjemahkan ke dalam bahasa mesin.Jadi intinya setiap set instruksi harus dapat menjelaskan /menggambarkan ke dalam bahasa tingkat tinggi.Cara yang  paling efektif menjelaskan arsitektur procesor adalah dengan mengetahui jumlah dari alamat alamat intruksi.Dalam set intruksi tersebut membutuhkan banyak sekali operand.
Operand Adalah bagian instruksi komputer yang mengkhususkan data apa yang akan dimanipulasi atau dilakukan operasinya,dan pada waktu yang bersamaan menampilkan sebagai data itu sendiri. Sumber dan hasil operand berada di salah satu operand berikut:Memori utama atau memori virtual,Register CPU,Perangkat I/O. Tipe-tipe operand Address,numbers, Characters dan Logical Data.
            Tipe-tipe operasi untuk transfer data adalah Move,Store ,Load, Exchange, Clear / Reset Set, Push, Pop. Operasi set instruksi untuk arithmetic adalah  Add,Subtract,Multiply, Divide,Absolute,Negative,Decrement,Increment.Operasi set instruksi untuk operasi logical adalah  And, Or, Not, Exor,Compare, 3test ,Shift, Rotate. Operasi set instruksi untuk conversi adalah Translate , Convert.Operasi set instruksi Input / Ouput adalah Input, Output,Start I/O ,Test I/O.Operasi set instruksi untuk transfer control adalah Jump (Cabang), Jump Bersyarat ,Jump Subrutin,Return , Execute, Skip,Skip Bersyarat,Halt,Wait (Hold), No Operation .
            Metode pengalamatan adalah bagaimana cara utuk menunjukkan  dan  mengalamati suatu tempat memori pada  sebuah alamat di mana operand akan diambil. Mode pengalamatan terbagi atas direct addressing, indirect addressing, dan immediate addressing.Pada direct addressing harganya diambil langsung dalam alamat memori lain. Contohnya: MOV A,30h.Indirect addressing sangat berguna karena mampu memberikan fleksibilitas tinggi dalam mengalamati suatu harga. Mode ini pula satu-satunya cara untuk mengakses 128 byte lebih dari RAM internal pada keluarga 8052. Contoh: MOV A,@R0. Displacement Addressing adalah menggabungkan kemampuan pengalamatan langsung dan pengalamatan register tidak langsung. Mode ini syaratnya instruksi mempunyai dua buah field alamat, minimal sebuah field yang eksplisit.
Didalam suatu instruksi memiliki field dari set instruksi tersebut.Layout dari suatu instruksi tersebut  sering disebut sebagai Format Instruksi .Format instruksi nya adalah oponade,operand dan operand.